TAHDZIR USTADZ MUHAMMAD ASSEWED HAFIZHOHULLOH UNTUK MUNDZIR, CS BANDUNG

TAHDZIR USTADZ MUHAMMAD ASSEWED HAFIZHOHULLOH UNTUK MUNDZIR, CS BANDUNG

TAHDZIR USTADZ MUHAMMAD ASSEWED HAFIDZAHULLAH UNTUK MUNDZIR, CS BANDUNG (Bingkisan untuk para muqollid dan loyalis mundzir-syuhada cs)

Bagaimana menyikapi ikhwan yang masih fanatik kepada ustadz mundzir cs karena Ustadz Muhammad belum mentahdzir Ustadz mundzir ?

Oleh : Al-Ustadz Muhammad Umar Assewed hafidzahullah :

Belum mentahdzir ya ? Jadi nunggu....?

Ikhwani fid diin a‘azzakumulloh, saya mendapatkan ucapan – ucapan yang mengerikan di akhir –akhir ini.

Sampai ketika disampaikan ucapannya Ustadz Luqman kepada ustadz syuhada bandung dijawab,

”Syeikh Muqbil menasehati --- berpesan --- untuk menjauhi orang yang sudah dikatakan hizby oleh Syeikh Robi’ atau yang pernah dikatakan hizby oleh Syeikh Robi’. Lihat nanti akan terbukti di akhirnya bahwa dia adalah hizby.”

Apa maksudnya ?!

Maksudnya Syeikh Robi’ pernah mentahdzir Ustadz Luqman mengatakan hizby berarti nanti akan terbukti dia hizby begitu ?!

Ini ikhwani fid diin a‘azzakumulloh, JAAAAAHHILLLL, BODOH SEBODOH BODOHNYA !!

KENAPA ? KARENA ITU UCAPAN – UCAPAN YANG SYEIKH ROBI’ SENDIRI SUDAH MENCABUTNYA !

Dan Ustadz Luqman ketika dikatakan ‘ain “aku melihat ada pandangan hizby dalam matamu”, ITU ADALAH KETIKA MENYAMPAIKAN PERTANYAAN PESANAN DARI PANGLIMA LASKAR JIHAD.

MAKANYA DIA (USTADZ LUQMAN, red) KECEWA BERAT DENGAN PANGLIMA LASKAR JIHAD ! KARENA DIA YANG MENJADI TERUSAK NAMANYA KARENA DISURUH UNTUK NANYA. COBA NANYA BEGINI, COBA NANYA BEGITU...

Ikhwani fid diin a‘azzakumulloh, di samping itu kalau Syeikh Robi’ sudah menyatakan sekarang bahwa beliau adalah “salafy, ahlussunnah” dan mendapatkan tazkiyah dari masyayikh. Terus yang dipakai yang “pernah” (dikatakan “aku melihat ada pandangan hizby dalam matamu”, red) begitu ?!

BERARTI DIA JAHIL TENTANG NASIKH WA MANSUKH ! GAK NGERTI NASIKH DAN MANSUKH !

_____________ Demikian pula MUNDZIR --- ketika dia berbicara tentang al imam, membela – belanya habis – habisan --- dan menyatakan belum dinasehati padahal kita sudah berbicara... di markasnya dia !!

Ikhwani fid diin ‘azakumulloh, allohu yahdih..allohu yahdih

KALAU DIA INGAT, DIA PASTI PAHAM BAHWA SAYA SUDAH PERNAH MENASEHATINYA ! SUDAH PERNAH MENYAMPAIKAN KISAH, BERBAGAI MACAM BERITA – BERITA DARI PARA MASYAYIKH TENTANG AL IMAM !

Apa yang kita bicarakan --- baarokallohu fiikum --- tentang hizbiyyun, tentang ikhwanul muslimin yang paling parahnya dari hizbiyyin, apa saja.. sebutkan kejelekan ikhwanul muslimin ! Apa kira – kira ?

Ketika kita membantah ikhwanul muslimin dan hizbiyyin yang bersama mereka, dan kemudian sururiyyin, dan kemudian mutamayyi’in, apa yang kita kritik mereka dengan keras apa ? Hah ? SEMUANYA ADA PADA AL IMAM !

1⃣Satu --- na’am --- Menyatakan mereka ikhwanuna, qur`an kita sama. Ikhwanul muslimin seperti itu ! Persis ! Laa syarkiyah, laa ghorbiyyah, laa sunniy, wa laa syi’ah, islamiyyah islamiyyah, na’am.

AL IMAM MENYATAKAN DENGAN KALIMAT YANG PERSIS SAMA --- bahwa mereka saudara kita, qur`an kita sama, nabi kita sama --- !

Thoyyib, kedua, apa lagi ?! Mereka gembar-gemborkan tentang fiqhul waqi’. Bahwa kita lebih tahu fiqhul waqi’, (sedangkan, red) para ulama gak ngerti fiqhul waqi’. (Demikian pula, red) AL IMAM DAN YANG BERSAMANYA SAMA PERSIS MENYATAKAN BEGITU! PERSIS ! (Ucapan Al imam, red)

“Ini adalah perkata politik.. negeri Yaman. Ada perkara yang mereka tidak tahu.” --- Siapa maksudnya “mereka” ? (Maksudnya “mereka” adalah, red) MASYAYIKH KIBAR ! ---

(Lanjutan ucapan al imam, red) “Yang mereka tidak tahu ! Ada sirr --- khofiy --- yang mereka tidak mengetahuinya ! Sedangkan kita di sini mengetahuinya !”

Sama, dengan ucapan ikhwanul muslimin dengan tsaqofah-nya, sama dengan ucapan sururiyyin dengan fiqhul waqi’-nya, sama dengan ucapan Abdurrahman abdul kholiq dengan shifatul ‘ashr-nya, dan sama dengan ucapan hajury dengan kalimat :

أهل مكة أدرى بشعبها

"bahwa penduduk mekkah lebih tahu tentang gang – gangnya”, artinya “kami lebih tahu dari kalian wahai masyayikh”. Masya Alloh..

Thoyyib, kalau engkau tahu --- wahai al imam, wahai ikhwanul muslimin, wahai sururiyyin --- sampaikan pada masyayikh. “Yaa syeikh, kejadiannya begini lho. Engkau yang tidak tahu, ta’kasih tahu. Begini lho (waqi’-nya, red). Bagaimana pendapatmu ?” Khan bisa ! Sudah dikasih tahu apa belum ?!

Sudah ! Sudah nyampai ke sana --- ke masyayikh kibar --- sudah disampaikan. Tapi masyayikh menyatakan, “perbaiki apa yang telah kalian rusak !”, itu jawabannya. PERBAIKI APA YANG TELAH KALIAN RUSAK !

Ikhwani fid diin a‘azzakumulloh, tetapi subhanalloh, TA’ASHUB ! --- TA’ASHUB --- INI YANG MENUTUP MATA MEREKA ! KENAPA NUNGGU USTADZ FULAN WA USTADZ FULAN ? YANG PENTING BUKTI SUDAH ADA, PEGANG KUAT – KUAT !

Nasihat Seputar Permasalahan di Yaman, Serta Tahdzir terhadap AbuIbrohim Muhammad Mundzir Bandung dan yang Bersamanya

Nasihat Seputar Permasalahan di Yaman, Serta Tahdzir terhadap AbuIbrohim Muhammad Mundzir Bandung dan yang Bersamanya

بسم الله الرحمن الرحيم

File Utuh

13 Kbps
Nasihat Seputar Permasalahan di Yaman serta Tahdzir terhadap Abu Ibrohim Muhammad Mundzir Bandung dan yang Bersamanya_Al-Ustadz Luqman Ba'abduh_2821436_13Kbps

32 Kbps

Nasihat Seputar Permasalahan di Yaman serta Tahdzir terhadap Abu Ibrohim Muhammad Mundzir Bandung dan yang Bersamanya_Al-Ustadz Luqman Ba'abduh_2821436_32Kbps

Al-Ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullah
Sabtu, 28 Shafar 1436H / 20 Desember 2014 M
Wisma Sehat Bandung

1


- Thausiah terkait permasalahan yang muncul dalam beberapa bulan terakhir

- Fitnah tidak akan pernah berhenti sampai hari kiamat nanti

- Penting untuk setiap muslim berada di atas Al-Ushul AsSalafiyyah (berpegang tegah dengan prinsip-prinsip dasar salafy)
1. Banyak berdo'a
2. Bertawakal kepada Alloh

- Sebab-sebab meninggalkan Al-Ushul AsSalafiyyah
1. Jahil
2. Hawa nafsu (berupa banyaknya pengikut)
3. At Taashub Al Madzhaby/ Al Hizby (Ashobiyyah terhadap guru, Ashobiyyah terhadap almamater)

Wisma Sehat Malam 1

2


- Ali Al Halaby

- Markaz Al Imam Al-Albani

- di Indonesia ada Markaz Bin Bazz, Jamilurrahman

- Ternyata prinsip-prinsipnya tidak sesuai dengan nama-nama tersebut

- Abu Qotadah Al-Hizby pernah belajar kepada Syaikh Muqbil dan mengaku sebagai murid terbaik Syaikh Muqbil, namun hakikatnya Hizby



3


- At tamassuk bi atsari man salaf membutuhkan kesabaran, membutuhkan ilmu, membutuhkan ketangguhan, membutuhkan keikhlasan

- Aadanya penolakan-penolakan terhadap prinsip-prinsip salaf baik itu penolakan sebagian maupun keseluruhan (Barang siapa yang meninggalkan walaupun hanya sebagian dari prinsip-prinsip salaf, maka dia telah keluar dari manhaj salaf)

- Syaikh Al-Albani mencetak kitab kecil, sebagai transkrip dari ceramah Syaikh Rabi bin Hadi Hadi al-Madkhali "Himbauan untuk bersatu"
Seperti yang dilakukan oleh Abdulloh Zen Al-Hisby, pengisi di Radio Rodja (diantara syubhatnya adalah dalil umum diginakan untuk perkara yang khusus, dalil yang mutlak digunakan untuk dalil yang sifatnya mukoyyad)

- Kalo kalian mendapati orang-orang yang selalu mengikuti perkara yang syubhat, dalil-dalil yang syar'i untuk membenarkan akidahnya dan membela pemikirannya, merekalah orang-orang yang Alloh sebutkan di dalam Al-Qur'an bahwa mereka adalah orang-orang yang berpenyakit qalbunya atau di dalam qalbunya ada penyakit penyimpangan kesesatan, maka kata Rasulullah "Tahdzir" (tinggalkan mereka, waspadai mereka, jauhi mereka)

Wisma Sehat Malam 3

4


- "Kita tidak boleh mendahului ulama", "kita harus bersama ulama", "kalo belum ada fatwa jangan mendahului ulama", "siapa ulama yang mentahdzir dia"

- contoh kasus adalah Dzulqarnain, berjalan panjang upaya demi upaya dilakukan, sampai akhirnya munculah fatwa Asy-Syaikh Al-'alamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali, banyak orang jatuh ke dalam syubhat dan fitnah karena tidak tahu sejarah sehingga orang-orang baru mereka pun "ko sudah terang, kapan mata hari terbitnya ?"


- matahari yang terang itu ternyata berproses


- Maka perlu kita bangunkan orang-orang sebelum subuh ini, "bangun ! bangun ! bangun !" biar ndak telat


- Atau mungkin yang ndak sadar semaput(pingsan) baru bangun jam 11 ya sudah dikasih sejarahnya


- Kasus Dzulqarnain berjalan panjang singkat cerita sampai terbitlah fatwa tahdzir dari Syaikhuna Al-'alamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali


- Ketika sudah tersampaikan, sebagian pihak menyatakan, "syaikh belum tau tentang siapa Ustadz Dzulqarnain itu" yang tadinya menyatakan "Jangan mendahului ulama", "ulama belum berfatwa", yang satunya lagi menyatakan "oh itu berdasarkan berita-berita dusta"


- Ada yang terbawa karena ashobiyyah sehingga dia meninggalkan salah satu dari prinsip salaf yaitu kalo seorang imam, seorang 'alim, Ulama Khibar sudah berbicara kembalikan urusannya kepada ulama salaf


- Nas Al Qur'an, Hadits Rasul "Barokah itu bersama ulama-ulama Khibar di kalangan kalian" barokah ilmu, barokah taani, ketenangan fatwa, kematangan fatwanya prinsip salaf dan diamalkan oleh para Sahabat, bagai mana para sahabat tidak berani berfatwa ketika di sana ada sahabat Khibar, datang masa Tabi'in tidak berani mendahului fatwa mereka beramal dengannya, oh itu di sekitar Syaikh Rabi' adalah para pendusta persis yang di ucapkan oleh Abul Hasan, sekarang muncul Muhammad Al Imam (antum masih tidur, Ulama dan diikuti oleh Asatidzah bangun sejak awal, cuman karena upaya untuk membenahi, antum belum keburu dibangunkan)


- Fatwa alim itu bukan fitnah, fatwa alim itu ilmu, tahdzir ulama itu adalah ilmu, dengan tahdzir ulama dengan izin Allah dan pertolongannya kita selamat dari bid'ah dan hizbiyyah-


- Hudzaifah ibnul Yaman bertanya kepada Rasulullah bertanya tentang kejelekan dan Rasulullah menjawabnya


- begitu pula muhadditsin "Mari kita duduk untuk sama-sama melakukan ghibah terhadap orang-orang yang lemah dalam periwayatannya, orang-orang pendusta dalam periwayatan hadits", duduk khusus, tidak ada yang menyatakan "Oo orang-orang ini sibuk dalam fitnah", tidak seperti sekarang ini


- Fatwa Syaikh Rabi', dulu Syaikh Al-AlBani, Syaikh Bin Bazz mengatakan Syaikh Rabi' adalah Imam Al-Jarh Wa Ta'dil , sekarang ketika tidak sesuai dengan hawa nafsu anda menolaknya



5


- Penduduk atau ulama sebuah negri itu lebih tau tentang negrinya jika dibandingkan dengan ulama luar negrinya, iya betul

- Tetapi ada kondisi ulama luar lebih tau tentang kondisi di dalam negrinya


- Contohnya Abul Hasan al-Ma'ribi (Orang mesir yang tinggal di Yaman)


- Syaikh Rabi', Syaikh Ahmad An-Najmi, Syaikh Ubaid sudah mulai melakukan pembenahan, tapi Ulama yang ada di Yaman masih adem ayem


- Sampai pada tingkatan membantah Abul Hasan, muncul syubhat "ulama Yaman lebih tau"


- Muhammad Al-Imam, Abdul Aziz Al Buro'i malah membelanya dan memuji


- Mayoritas Ulama Yaman itu umurnya lebih muda dari pada putranya Syaikh Rabi', Syaikh Rabi pun umurnya jauh di atas Syaikh Muqbil (jadi kalo mereka dikatakan anak-anaknya syaikh Rabi' itu lebih cocok)


- Syaikh Rabi' sudah memulai dakwah tahun 1957 M, di tahun itu juga dilahirkan Ali Hasan Al-Halabi dan masayaikh Yaman sebagian lainnya belum lahir, Syaikh sudah melakukan Jarh wa ta'dil dan diakui


- Sehingga tidak bisa lagi dibendung di negri yaman baru "Kita bersama Syaikh Rabi'", "Syaikh Rabi' adalah bapak kita"


- Akhirnya yang didengar adalah fatwa Syaikh Rabi' yang posisinya di luar negri Yaman
Wisma Sehat Malam 5

6


- Yahya Al-Hajury

- 1 tahun, 2 tahun , 3 tahun tidak selesai-selesai, Syaikh Rabi' sudah ambil catatan-catatan sebetulnya, Syaikh Rabi' ambil dari pengalaman sebelumnya Abul Hasan, ketika karya-karya Beliau dituduh sebagai pemecah belah, intervensi katanya


- Ujungnya kembalinya kepada Ulama Khibar yaitu Syaikh Rabi


- Sampai akhirnya kurang lebih pada tahun 2009 Syaikh Ubaid tampil mentahdzir Al-Hajury, kembali fatwa Syaikh Ubaid diposisikan sebagai fatwa pemecah belah, dituduh terburu-buru, tidak sepantasnya begitu kita yang disini lebih tau, muncul murid-muridnya Al-Imam dan Al-Buro'i yang masih kecil-kecil


- Pertemuan Masayaikh Yaman berkumpul menyikapi fitnah Al-Hajury "Kami para masayaikh tidak memulai memisahkan diri dari Syaikh Yahya, tetapi Syaikh Yahya yang mulai memisahkan diri" ngga tau apakah itu thalaq Raj'i (yang mungkin masih rujuk) ataukah sudah thalaq Ba'in, ataukah thalaq Fasakh, sampai hari ini tidak ada penjelasan dari masayaikh Yaman tentang kesesatan Al-Hajury


- Kesesatan Hajury

1. Dalam perkara Asma Wa Shifat
2. Dalam masalah Sahabat Nabi(sebagian sahabat nabi dituduh tidak mau menolong sahabat Utsman bin Affan hingga terbunuhnya Khalifah Utsman)
3. Menuduh sebagian sahabat nabi berakidah murji'ah (akidah murji'ah sudah ada di generasi awal yang kata Rasululloh sebaik-baik generasi adalah generasi awal/ sahabat)
4. Dalam beberapa perkara terkat dengan Alloh subhanahu wa ta'ala juga penyimpangan di sana terjadi
5. Butuh dauroh khusus untuk menjelaskan penyimpangan Hajury

- Fitnah hajury muncul ketika tahun 2006, detonatornya adalah sejak berdirinya pondok di Fuyyus


- Berjalan waktu sampai akhirnya keluarlah Fatwa Syaikh Rabi', muncul isu-isu syaikh Rabi' sebenarnya tidak setuju dengan fatwa Syaikh Ubaid



7


- Fitnah Muhammad Al-Imam

- Penandatanganan Surat Perjanjian Hidup Bersama di Atas Ukhuwah Islamiyah (dengan orang-orang Syi'ah) ini adalah kebathilan besar bagi da'wah salafiyyah

- Muncullah fatawa ulama dimulai dari Syaikh Arafat


- Tiba-tiba dikejutkan dengan khutbah Ied Muhammad Al Imam yang awalnya "Iya memang di situ ada kebathilan-kebathilan tapi syaikh al imam lebih tau tentang kondisinya", dan "Ulama Yaman (lagi-lagi)lebih tahu tentang kondisi Yaman", "Sebenarnya syaikh Muhammad Al-Imam itu terpaksa"


- Yang menyebarkan orang-orang yang tidak dikenal penulis-penulis baru tersebut seperti Nurdin, siapa itu Nurdin


- Syaikh Ali Al-Hudzaifi sudah dikenal dikalangan Masayaikh


- Dikejutkan oleh khutbah Al-Imam "Bahwa saya tidak terpaksa, betul-betul dalam keadaan sadar", muncul syubhat lagi "Iya itu memang kebathilan yang akan dijelaskan pada waktu yang tepat"


- Permasalahan di Yaman bukan hanya sekedar Watsiqoh, tapi perjalanan yang panjang


Wisma Sehat Malam 7

8


- Sekarang ditebarkan Isu Syaikh Muhammad Al-Imam ketika haji berjumpa dengan Masayaikh dan bahwasanya Syaikh Muhammad bin Hadi telah memberikan Udzur

- 4 atau 5 hari yang lalu saya di rumah  Syaikh Muhammad bin Hadi duduk dari ba'dl Ashr sampai Maghrib dengan Ustadz Qomar dan Akhuna Abdul Harits dan asisten atau yang biasa menemani Syaikh


- Ditanyakan "Syaikh disebarkan oleh murid-murid Muhammad Al-Imam bahwa antum memberikan udzur kepada Muhammad Al-Imam tentang Penandatanganan Surat Perjanjian Hidup Bersama Penuh Ukhuwah dengan Kaum Syi'ah Rafidhoh"


- Syaikh mengingkari dalam bentuk pertanyaan, "Apakah mereka yang menukil itu ikut hadir dalam majelis saya dengan Al-Imam ?"


- "Tidak syaikh"


- "Siapa yang memberi wahyu kepada mereka bahwa saya memberi udzur, sampai hari ini saya belum memberitakan kepada siapapun pembicaraan saya dengan syaikh muhammad Al-Imam"


- Mirip dan semakna dengan ini Syaikh Abdulloh Al-Bukhori kita duduk selepas shalat isya kurang lebih 1 jam 10 menit duduk dengan Syaikh, di masjid kami ber 6 bersama Syaikh kurang lebih

"Saya masih tetap pada sikap yang saya tuangkan dalam rekomendasi saya terhadap karya Syaikh Arofat dan bahwasannya saya masih tetap menuntut Muhammad Al-Imam untuk rujuk"



9


- Saya sebenarnya sudah berupaya untuk menasehati Mundzir

- Mundzir ini adalah FATTAN (Tidak boleh dihadiri majalis-majalisnya, jangan didengarkan kajian-kajiannya melalui media-media apapun)

- Dan orang-orang yang setipe dengannya yang masih menyebarkan syubhat-syubhatnya, ketahuilah mereka adalah FATTANUN

- Tetaplah kalian tenang dan kokoh bersama Ulama Khibar

Wisma Sehat Malam 9

10


- Dinukilkan ucapan Abdul Hadi Al Umairi, in syaa Alloh lambat laun akan terkuak siapa Abdul Hadi Al Umairi

- Pada setiap Fitnah ada Ahlul Haq ada Ahlul Bathil(kita mengetahui Ahlul Haq untuk kita bersama Ahlul Haq dan mengetahui Ahlul Bathil untuk menjauh dari Ahlul Bathil)


- Perjalanan ke Yaman di Pondok Syihr bersama Ustadz Qomar di tahun 2011 ketika disebutkan Ali Al-Halaby "Afwan Ustadz kita disini diajarkan oleh Syaikh untuk tidak mendahului Ulama, Syaikh tidak pernah berbicara tentang ini"


- Terkait dengan Ali Hasan Ulama sudah berfatwa Syaikh Ahmad An-Najmi yang sudah wafat sudah berfatwa beberapa tahun yang lalu  2007/2008 sudah berfatwa, syaikh Rabi', Syaikh Ubaid dan ulama lainnya sudah berfatwa.


- Ndak pernah dengar kondisi ahli bid'ah di zamannya, yang didenger ahlul bid'ah jaman dulu Sayyid Khutub, Hasan Al-Banna, Maududi, Usamah bin Laden, Abdurrohman Abdul Khaliq, bid'ah itu berkembang sekarang muncul orang-orang yang membela Sayyid Qutub, Hasan Al-Banna dengan membuat qaidah bid'ah yang sangat samar, kalo bukan karena Alloh kemudian jasa para ulama kita bisa larut dalam syubhat-syubhat itu dan kita bisa menjadi pembela Sayyid Qhutub yang dulu kita tau Sayyid Qutub ini adalah khowarij


- Tahun berikutnya 2012 berjumpa dengan kami di Madinah beberapa teman dari Ma'had Fuyyus, singkat cerita ingin berjumpa dengan teman-teman yang lainnya dari Yaman ingin bermajelis di majalisnya Ibrohim Ar-Ruhaili


- Kami selama ini di Fuyyus tidak tahu siapa itu Ibrohim Ar-Ruhaili


- ini sangat berbahaya di dalam perjalanan dakwah salafiyah


- Yang dilakukan oleh Syaikh Ubaid adalah perjalanan panjang


Tanya Jawab
1. Apakah Syaikh Rabi' menasehatkan diam dalam menghadapi fitnah ?


2. Bagai mana dengan buku Nurdin yang membantah syaikh Ali Al-Hudzaifi ?


3. Apakah benar Ustadz Mundzir didzolimi karena belum dinasehati oleh Asatidzah ?

TAHDZIR TERHADAP MUNDZIR BANDUNG & ORANG YANG BERSAMANYA

TAHDZIR TERHADAP MUNDZIR BANDUNG & ORANG YANG BERSAMANYA

TAHDZIR TERHADAP MUNDZIR BANDUNG & YANG BERSAMANYA

Oleh Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah l Sabtu, 28 Shafar 1436H / 20 Desember 2014M
  1. Apakah mundzir bandung didzolimi?

  2. Benarkah dia belum dinasehati asatidz yang lain?
Durasi 05:53 [ download ]

TRANSKRIP

Mundzir bandung dan yang bersamanya. Saya sebenarnya berusaha untuk menasehati mundzir dalam beberapa kesempatan namun gak pernah berhasil. Saya coba untuk (perintah/minta) datang ke jakarta pada waktu itu. Yah kalau saya waktu itu sehat, saya akan datang ke bandung. Ada kesempatan saya akan datang pada waktu itu. Tidak terwujud. Alasannya ini --- hari tersebut --- waktu berkunjung kepada orang tua, ini itu, ini itu.

Lha dikiranya asatidzah yang lain itu gak punya urusan juga ? Dikiranya asatidzah tidak ngurus orang tuanya atau anaknya ? Datang jauh – jauh meninggalkan pondoknya, meninggalkan anak – anak. Sama ! Tapi demi kepentingan dakwah ta’al, berupaya !Sampai tadi kita mencoba menelpon (mundzir, red) --- antum duduk di bawah, kenapa gak segera dimulai --- karena ingin mencoba. Tadi ! Ditelpon gak bisa, gak aktif. Gak tahu gak aktif apakah ditolak penelponan kita --- Alloh yang tahu ---.

Minta tolong --- iya tadi --- melalui satu ikhwan, katanya mau pergi. Sampaikan salam ustadz luqman mau bicara, dia mau pergi. Mau pergi ke mana ya akhi ?! (...)Maka melalui beberapa keterangan yang sudah sebelum – sebelumnya tentang orang ini ana nyatakan “MUNDZIR INI ADALAH FATTAN !”. Tidak boleh dihadiri majelis – majelisnya, jangan didengarkan kajian – kajian yang lalu media apa pun. FATTAN ! Baarokalloohu fiikum.Ikhwani fid diin, dan orang – orang yang setipe dengannya yang masih menyebarkan syubhat – syubhat ketahuilah mereka adalah fattan !

Apakah benar ustadz mundzir didholimi karena belum dinasehati oleh asatidzah ?

Yang saya tahu, sudah dinasehati ustadz muhammad ya ? Na’am. Kemudian saya pribadi (...) dirinya, ingin mencoba duduk dengannya. Seperti sebagiannya tadi sudah saya ceritakan. Na’am. Setidaknya dia berusaha. Kalau dia benar menyayangi dakwah --- thoyyib --- berusaha menghubungi asatidzah, temui asatidzah ! Bukan kemudian memposisikan dirinya terdholimi. Ini syubhat baru !

Baarokallohu fiikum.Ustadz Fauzan menyebutkan --- setelah berjumpa dengan mundzir --- (itu pernah ditanya ini juga), dengan tegas beliau mengatakan “SEKARANG SAYA BENAR – BENAR YAKIN BAHWA MEMANG MUNDZIR ITU MUJADDIL !”Singkat, (...) yaa ikhwan ana katakan seperti yang sudah saya sebutkan “ORANG INI ADALAH FATTAN !” Aiwa, kalau asatidznya seperti mundzir, (hadza) syuhada, (...) yang seperti ana katakan “kadzdzabun”, TINGGALKAN ! Bahwa mereka muta’ashibuun, maka laa salaam wa laa kalaam. Laa salaam wa laa kalaam.
Download Dauroh Islam Ilmiyah Masjid Agung Cimahi (Al-Ustadz LuqmanBa’abduh hafizhohulloh)

Download Dauroh Islam Ilmiyah Masjid Agung Cimahi (Al-Ustadz LuqmanBa’abduh hafizhohulloh)

بسم الله الرحمن الرحيم


Dengan mengharap ridho dan taufiq Alloh Subhanahu wa ta’ala, in syaa Alloh hadir kembali:

Dauroh Islam Ilmiyah di Bandung

“WASPADA ISIS, TERORIS BERKEDOK JIHAD”

Al-Ustadz Luqman Ba'abduh Hafizhohulloh
* Pembina Redaksi Majalah Asy-Syari'ah
* Pimpinan Ma'had As-Salafy Jember

Sabtu, 27 Shafar 1436 hijriyah/20 Des 14
13:00 s/d 20:00 WIB

Masjid Agung Cimahi Bandung
(Samping Alun-Alun Kota Cimahi)

Informasi:
* 085721054784
* 085221101378
* 0817757732

TERBUKA UNTUK UMUM MUSLIM & MUSLIMAH

Penyelenggara:
Majelis Ta’lim As Salafy Cimahi

Disiarkan Langsung melalui Streaming:

Radio Salafy Bandung
* web: http://salafybandung.com/
* url: http://i.klikhost.com:8088/

Radio Rasyid ‪#‎Saluran‬ 1
* web: http://radiorasyid.com/
* url: http://radiorasyid.onlivestreaming.net:8899/

Radio Miratsul Anbiya #Saluran 3
* web: http://miratsul-anbiya.net/
* url: http://radio3.miratsul-anbiya.net:9898/index.html?sid=1

Radio Salafy Cileungsi #Saluran 2
* web: http://salafycileungsi.info/
* url: http://radio1.salafycileungsi.info:8730/

Radio Al Muwahhidiin Cikarang # Saluran 2
* web: http://www.almuwahhidiin.com/
* url: http://live.almuwahhidiin.com:8899/

Radio Salafy Depok
* web: http://salafydepok.net/
* url: http://rsdlimo.onlivestreaming.net:8910/

Radio Al Furqon Karawang
* web: http://ahlussunnahkarawang.com/
* url: http://live.ahlussunnahkarawang.com:8216/

Radio Ar-Risalah Jombang
* web: http://www.arrisalah.or.id/
* url: http://live.arrisalah.or.id:9222/

Radio Salafy.or.id
* web: http://salafy.or.id/
* url: http://i.klikhost.com:8506/

Atau Download & Install Aplikasi RII(Radio Islam Indonesia) untuk android di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radioislam

Informasi ini disebarluaskan melalui http://salafybandung.com/

Mari kita ajak serta Keluarga, Sahabat dan Tetangga ..
Semoga bermanfaat

Baarokallohufiikum
TAZKIYAH kepada asy-Syaikh Hani bin Braik hafizhahullah oleh Asy-Syaikh
Rabi bin Hady Al Madkhali hafizhahullah

TAZKIYAH kepada asy-Syaikh Hani bin Braik hafizhahullah oleh Asy-Syaikh Rabi bin Hady Al Madkhali hafizhahullah

TAZKIYAH kepada asy-Syaikh Hani bin Braik hafizhahullah oleh asy-Syaikh Rabi bin Hady Al Madkhali hafizhahullah


Pertanyaan: Wahai Syaikh kami yang mulia, telah banyak pembicaraan dari sebagian orang² di Yaman dan selainnya terhadap Syaikh Hani bin Braik, maka apakah Anda  menasehatkn untuk belajar kepadanya dan ber-istifadah/mengambil manfaat (ilmu) dari beliau ?


Semoga Allah membalasmu kebaikan.


Jawaban Syaikh:


Bismillahirrohmanirrahim,


Segala Puji bagi Allah, Shalawat dan Salam tercurah kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan kepada keluarganya dan sahabatnya dan yang mengikuti petunjuk beliau.


Amma Ba’d :


Bahwasanya saya SANGAT MENGENAL Al-Akh Hani Bin Braik, bahwasanya dia dari sebaik-baik salafiyyin, dan sebaik-baik da’i di jalan Allah.


Tazkiyyah Syaikh al-‘Allamah ‘Ubaid bin Abdillah al-Jabiri
hafizhohulloh untuk Fadhilatus Syaikh Abu Ali Hani bin Buraik
hafizhohulloh

Tazkiyyah Syaikh al-‘Allamah ‘Ubaid bin Abdillah al-Jabiri hafizhohulloh untuk Fadhilatus Syaikh Abu Ali Hani bin Buraik hafizhohulloh

TAZKIYYAH (REKOMENDASI) SYAIKH AL-‘ALLAMAH ‘UBAID BIN ABDILLAH AL-JABIRI HAFIZHAHULLAH UNTUK FADHILATUS SYAIKH ABU ALI HANI BIN BURAIK HAFIZHAHULLAH

Penanya: السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Syaikh: وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Selamat datang, dengan siapa saya?

Penanya: Bersama Anda, saudara Anda karena Alloh, Zakaria bin Syu’aib.

Syaikh: Selamat datang, Anda mendapatkan kebaikan atas langkah Anda, barokallohu fik silahkan.

Penanya: Barokallohu fikum semoga Alloh menjaga Anda, kami bertanya tentang Syaikh Hani, karena beliau telah diperbincangkan dan ditahdzir (diperingatkan) darinya, maka apa yang akan Anda nasehatkan tentang itu wahai Syaikh dan apakah boleh belajar bersamanya? Dan apakah beliau berjalan pada dakwah Anda (kibar ulama)? Barokallohu fikum.

Syaikh: Bismillah, segala puji bagi Alloh sholawat dan salam atas Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya semuanya, selanjutnya…

SURAT PERNYATAAN AL-USTADZ ABU YASIR WILDAN HAFIZHOHULLOH

SURAT PERNYATAAN AL-USTADZ ABU YASIR WILDAN HAFIZHOHULLOH

بسم الله الرحمن الرحيم

Surat Pernyataan Al-Ustadz Abu Yasir Wildan hafizhohulloh


terkait penonaktifan tanpa alasan yang jelas dari Ma'had Adhwa 'Us Salaf  oleh pengurus Ma'had Adhwa 'Us Salaf yang dibina oleh saudara Muhammad Mundzir Abu Ibrohim dan pernyataan pengurus yang menyatakan mereka bersama Masayaikh yang mentahdzir Syaikh Hani

SP Pertama

Ustadz Abu Yasir tidak diperbolehkan mengajar banin dan banat akan tetapi untuk kajian di Ma'had Beliau masih diperbolehkan

SP Kedua

Ustadz Abu Yasir dikeluarkan dari Ma'had dan tidak diperbolehkan mengisi kajian di Ma'had
Al-Ustadz Qomar Su’aidy Menjawab 25 Pertanyaan Ikhwah Bandung

Al-Ustadz Qomar Su’aidy Menjawab 25 Pertanyaan Ikhwah Bandung

بسم الله الرحمن الرحيم



B. Villa Padjadjaran Cileunyi Bandung 14 Shafar 1436H


Mukaddimmah Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary hafizhohulloh
Mukaddimah Ustadz Abu Hamzah


Thausiah Al-Ustadz Abu Ubaid Qomar Su'aidy Lc. hafizhohulloh
1. Pentingnya kita memegang prinsip Tamayyuz (prinsip yang jelas terkait aqidah, manhaj)
2. Bab Tahdzir atau membantah kesalahan adalah suatu yang syar'i yang sekarang ini seolah-olah menjadi momok atau phoby. Padahal ini adalah bagian dari pada amar ma'ruf nahi munkar
3. Jangan terkecoh juga dengan jumlah
4. Pentingnya kita mengetahui fitnah-fitnah
Thausiah Ustadz Qomar Su'aidy

Menjawab Pertanyaan :

1. Menyampaikan tahdziran ulama terhadap seseorang adalah perkara bid'ah
Bdg 1


2. Ada syubhat bahwa menyampaikan fatwa ulama di depan majalis itu hukumnya adalah fardhu khifayah
Bdg 2


3. Permasalahan yang terjadi di bandung adalah permasalahan pribadi dan bukan manhaj
Bdg 3


4. Ada syubhat bahwa Abu Hanifah adalah murjiatul fuqoha
Bdg 4


5. Bagai mana yang menyebutkan para ulama tergelincir ke dalam kesalahan-kesalahan (Abu Hanifah, Al Hafidz Ibnu Hajar, Qotadah, dll)
Bdg 5


6. Ada Syubhat yang lain bahwa fitnah yaman atau al imam maka ulama yaman-lah yang lebih mengetahui keadaannya
Bdg 6


7. Ada yang mengatakan bahwa Syaikh Al Imam menandatangani (Perjanjian dengan Syi'ah) karena terpaksa
Bdg 7


8. Ada syubhat yang mengatakan tidak bisa kita ithlaqan semua syi'ah itu sesat
Bdg 8


9. Ada syubhat juga yang menyebutkan Fitnah yang saat ini sedang terjadi di bandung menyerupai hajury (yang suka merendahkan ustadz-ustadz, menjatuhkan kehormatan ustadz, masayaikh yaman dibicarakan atau direndahkan)
Bdg 9


10. Ada Syubhat bahwa Syaikh Robi' menasehati Abdurrohman Abdul Kholik 5 tahun, sedangkan saya hanya 5 hari baru dinasehati
- Terkadang Nasihat itu sudah sampai tapi tidak disadari
Bdg 10


Al-Ustadz Qomar Su'aidy Menjawab Beberapa Pertanyaan Ikhwah Bandung

Al-Ustadz Qomar Su'aidy Menjawab Beberapa Pertanyaan Ikhwah Bandung

بسم الله الرحمن الرحيم



A. Masjid Agung Cimahi 13 Shafar 1436H


1. Apakah benar setiap permasalahan harus dilakukan proses tabayyun terlebih dahulu kepada yang tertuduh atau yang memiliki syubhat ?



MAC 1


2. Tentang menerima khobar tsiqoh, bahwa taklid



MAC 2


3. Bagai mana caranya menasehati ikhwan yang diketahui masih bermajelis dengan orang-orang yang tidak berilmu ?



MAC 3


4. Ada yang mengatakan bahwa orang yang telah ditahdzir oleh ulama seharusnya dibantu bukan malah dibicarakan, ibaratnya orang yang mau masuk jurang harusnya ditolong bukan didorong



MAC 4


5. Bagai mana ketika ada seseorang diperingatkan oleh para ulama, atau seseorang diperingatkan bagaimana seseorang yang diperingatkan apakah mesti menunggu ucapan ulama terhadap orang tersebut (ulama menyebut orang per orang)



MAC 5


6. Pertanyaan terkait tentang Syaikh Al-Imam



MAC 6


7. Apa benar ketika seseorang diam tidak mau terjun ke dalam fitnah  terutama yang di akhir-akhir ini dengan alasan mengikuti ulama Yaman ?



MAC 7


8. Apakah ustadz yang keras di dalam tahdzir tadi  penyimpangan mutalawwin,laab, makir disebut sebagai Hajury ?



MAC 8


9. Siapakah yang dimaksur dengan Ulama Khibar ?



MAC 9


10. Apakah Tahdzir merupakan manhaj pemecah belah ?



MAC 10


11. Bagai mana seorang dai banyak memberikan syubhat tidak mau mengumumkan malah berkehendak memerlukan tabayyun



MAC 11




B. Bandung 14 Shafar 1436H

Download Muhadhoroh Islam Ilmiyah “ISTIQOMAH DI ATAS SUNNAH” UstadzQomar Su’aidy

Download Muhadhoroh Islam Ilmiyah “ISTIQOMAH DI ATAS SUNNAH” UstadzQomar Su’aidy

بسم الله الرحمن الرحيم


13 Kbps




30 Kbps




48 Kbps




Dengan mengharap ridho dan taufiq Alloh Subhanahu wa ta’ala, in syaa Alloh hadir kembali:

Muhadhoroh Islam Ilmiyah di Bandung

“ISTIQOMAH DI ATAS SUNNAH”

Al-Ustadz Qomar Su'aidy, Lc. Hafizhohulloh
* Pimpinan Redaksi Majalah Asy-Syari'ah
* Pimpinan Ma'had Daarul Atsar Temanggung-Jateng

Sabtu, 13 Shafar 1436 hijriyah/6 Des 14
14:00 s/d 17:00 WIB

Masjid Agung Cimahi Bandung
(Samping Alun-Alun Kota Cimahi)

Informasi:
* 085721054784
* 085221101378
* 085294965919

TERBUKA UNTUK UMUM MUSLIM & MUSLIMAH

Penyelenggara:
Majelis Ta’lim As Salafy Cimahi

Disiarkan Langsung melalui Streaming:

Radio Salafy Bandung
* web: http://salafybandung.com/
* url: http://i.klikhost.com:8088/

Radio Rasyid ‪#‎Saluran‬ 1
* web: http://radiorasyid.com/
* url: http://radiorasyid.onlivestreaming.net:8899/

Radio Miratsul Anbiya #Saluran 3
* web: http://miratsul-anbiya.net/
* url: http://radio3.miratsul-anbiya.net:9898/index.html?sid=1

Radio Salafy Cileungsi #Saluran 2
* web: http://salafycileungsi.info/
* url: http://radio1.salafycileungsi.info:8730/

Radio Al Muwahhidiin Cikarang # Saluran 2
* web: http://www.almuwahhidiin.com/
* url: http://live.almuwahhidiin.com:8899/

Radio Salafy Depok
* web: http://salafydepok.net/
* url: http://rsdlimo.onlivestreaming.net:8910/

Radio Al Furqon Karawang
* web: http://ahlussunnahkarawang.com/
* url: http://live.ahlussunnahkarawang.com:8216/

Radio Ar-Risalah Jombang
* web: http://www.arrisalah.or.id/
* url: http://live.arrisalah.or.id:9222/

Radio Salafy.or.id
* web: http://salafy.or.id/
* url: http://i.klikhost.com:8506/

Atau Download & Install Aplikasi RII(Radio Islam Indonesia) untuk android di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radioislam

Informasi ini disebarluaskan melalui http://salafybandung.com/

Mari kita ajak serta Keluarga, Sahabat dan Tetangga ..
Semoga bermanfaat

Baarokallohufiikum
Download Muhadhoroh Islam Ilmiyah "KITAB IQTIDHA SHIRATHAL MUSTAQIM"Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Download Muhadhoroh Islam Ilmiyah "KITAB IQTIDHA SHIRATHAL MUSTAQIM"Ustadz Abu Hamzah Yusuf

بسم الله الرحمن الرحيم

28 Kbps


Dengan mengharap ridho dan taufiq Alloh Subhanahu wa ta’ala, in syaa Alloh hadir kembali hari ini:

Muhadhoroh Islam Ilmiyah di Bandung “KITAB IQTIDHA SHIRATHAL MUSTAQIM (PERTEMUAN KE-2)”Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary Hafizhohulloh
* Pimpinan Ma’had Daarul Atsar Al Islamy Tasikmalaya
* Penulis Majalah Asy Syari’ahSabtu, 29 Muharrom 1436 hijriyah/22 Nov 14
15:00 s/d 17:00 WIBMasjid Agung Cimahi Bandung
(Samping Alun-Alun Kota Cimahi)

Informasi:
085721054784
085221101378
089657273634


TERBUKA UNTUK UMUM MUSLIM & MUSLIMAH

Penyelenggara:
Majelis Ta’lim As Salafy Cimahi

Disiarkan Langsung melalui Streaming:
Radio Salafy Bandung
Radio Rasyid
Radio Miratsul Anbiya

Atau Download & Install Aplikasi RII(Radio Islam Indonesia) untuk android di:https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radioislam

Informasi ini disebarluaskan melalui
http://salafybandung.com/

Mari kita ajak serta Keluarga, Sahabat dan Tetangga ..
Semoga bermanfaat

Baarokallohufiikum
Download Muhadhoroh Islam Ilmiyah "Hak-hak Anak yang Harus DitunaikanOleh Kedua Orang Tua" (Al-Ustadz Khotib)

Download Muhadhoroh Islam Ilmiyah "Hak-hak Anak yang Harus DitunaikanOleh Kedua Orang Tua" (Al-Ustadz Khotib)

بسم الله الرحمن الرحيم



Dengan mengharap ridho dan taufiq Alloh Subhanahu wa ta’ala, in syaa Alloh hadir kembali hari ini:

Muhadhoroh Islam Ilmiyah di Bandung“HAK-HAK ANAK YANG HARUS DITUNAIKAN OLEH KEDUA ORANG TUA (PERTEMUAN KE-3)”

Al-Ustadz Abu Najm Khotib Hafizhohulloh
* Pimpinan Ma'had An-Nur Al Atsary Banjarsari Ciamis

Sabtu, 23 Muharrom 1436 hijriyah/15 Nov 14
15:00 s/d 17:00 WIB

Masjid Agung Cimahi Bandung
(Samping Alun-Alun Kota Cimahi)

Informasi:
085721054784
085221101378
089657273634
TERBUKA UNTUK UMUM MUSLIM & MUSLIMAHPenyelenggara:
Majelis Ta’lim As Salafy CimahiDisiarkan Langsung melalui Streaming:Radio Salafy Bandung
Radio Rasyid
Radio Miratsul AnbiyaAtau Download & Install Aplikasi RII(Radio Islam Indonesia) untuk android di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radioislam

Informasi ini disebarluaskan melaluihttp://salafybandung.com/

Mari kita ajak serta Keluarga, Sahabat dan Tetangga ..
Semoga bermanfaat

Baarokallohufiikum


Download Muhadhoroh Islam Ilmiyah “KITAB AT-TAUHID” Al-Ustadz Abu YahyaMu'adz

Download Muhadhoroh Islam Ilmiyah “KITAB AT-TAUHID” Al-Ustadz Abu YahyaMu'adz

بسم الله الرحمن الرحيم



Dengan mengharap ridho dan taufiq Alloh Subhanahu wa ta’ala, in syaa Alloh hadir kembali hari ini:

Muhadhoroh Islam Ilmiyah di Bandung


“KITAB AT-TAUHID”

Al-Ustadz Abu Yahya Mu'adz Hafizhohulloh
* Pengajar Ma'had Daarus Salaf Pendem, Sragen

Sabtu, 15 Muharrom 1436 hijriyah/81 Nov 14
15:00 s/d 17:00 WIB

Masjid Agung Cimahi Bandung
(Samping Alun-Alun Kota Cimahi)

Informasi:
085721054784
085221101378
089657273634

TERBUKA UNTUK UMUM MUSLIM & MUSLIMAH

Penyelenggara:
Majelis Ta’lim As Salafy Cimahi

Disiarkan Langsung melalui Streaming:

Radio Salafy Bandung
Web: http://salafybandung.com/
Url: http://i.klikhost.com:8088/

Radio Rasyid
Web: http://radiorasyid.com/
Url: http://radiorasyid.onlivestreaming.net:8989/

Radio Miratsul Anbiya
Web: http://miratsul-anbiya.net/
Url: http://rda.onlivestreaming.net:8787/

Atau Download & Install Aplikasi RII(Radio Islam Indonesia) untuk android di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radioislam

Sebarkan kepada ikhwah yang lain ya
Semoga bermanfaat

Baarokallohufiikum
Muhadhoroh Islam Ilmiyah "KITAB RIYADHUS SHOLIHIN" Al-Ustadz Abu YasirWildan

Muhadhoroh Islam Ilmiyah "KITAB RIYADHUS SHOLIHIN" Al-Ustadz Abu YasirWildan

بسم الله الرحمن الرحيم ِ

Dengan mengharap ridho dan taufiq Alloh Subhanahu wa ta'ala, in syaa Alloh hadir kembali hari ini:

Muhadhoroh Islam Ilmiyah di Bandung


"KITAB RIYADHUS SHOLIHIN"

Al-Ustadz Abu Yasir Wildan Hafizhohulloh
* Da'i Salafy dari Cileunyi, Bandung

Sabtu, 8 Muharrom 1436 hijriyah/ 1 Nov 14
15:00 s/d 17:00 WIB

Masjid Agung Cimahi Bandung
(Samping Alun-Alun Kota Cimahi)

Informasi:
085721054784
085221101378
089657273634

TERBUKA UNTUK UMUM MUSLIM & MUSLIMAH

Penyelenggara:
Majelis Ta'lim As Salafy Cimahi

Disiarkan Langsung melalui Streaming:

Radio Salafy Bandung
Web: http://salafybandung.com/
Url: http://i.klikhost.com:8088/

Radio Rasyid
Web: http://radiorasyid.com/
Url: http://radiorasyid.onlivestreaming.net:8989/

Radio Miratsul Anbiya
Web: http://miratsul-anbiya.net/
Url: http://rda.onlivestreaming.net:8787/

Atau Download & Install Aplikasi RII(Radio Islam Indonesia) untuk android di:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radioislam

Sebarkan kepada ikhwah yang lain ya
Semoga bermanfaat

Baarokallohufiikum
Menjauhi Perdebatan Dalam Hal Agama

Menjauhi Perdebatan Dalam Hal Agama


Ma’n bin Isa berkata, “Suatu hari, (al-Imam) Malik bin Anas rahimahullah keluar dari masjid dalam keadaan  bersandar pada tanganku. Ada seorang lelaki -yang dipanggil Abul Huriyah, yang tertuduh berpemahaman Murji’ah- menyusulnya dan mengatakan, “Wahai hamba Allah, dengarkanlah sesuatu yang akan aku sampaikan kepadamu. Aku akan beradu hujah denganmu dan memberitahumu tentang pemikiranku.”

Al-Imam Malik rahimahullah bertanya, “Bagaimana jika engkau mengalahkanku (dalam perdebatan)?”

Dia menjawab, “Kalau aku mengalahkanmu, engkau harus mengikuti pemikiranku.”

Al-Imam Malik rahimahullah bertanya lagi, “Kalau ada orang lain yang kemudian mendebat lantas mengalahkan kita?”

Dia menjawab, “Kita ikuti dia.”

Al-Imam Malik rahimahullah menukas,

يَا عَبْدَ اللهِ، بَعَثَ اللهُ مُحَمَّدًا بِدِيْنٍ وَاحِدٍ، وَأَرَاكَ تَنْتَقِلُ مِنْ دِيْنٍ إِلَى دِينٍ

Wahai hamba Allah, Allah Subhanahu wata’ala mengutus Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam dengan satu agama. Namun, aku lihat engkau berpindah dari satu agama ke agama yang lain.” (asy-Syari’ah, al-Ajurri, hlm. 62)

(Catatan kaki al-Ajwibah al-Mufidah ‘an As’ilatil Manahij al-Jadidah hlm. 78, cet. Maktabah al-Huda al-Muhammadi)

Akhlak Suami dalam Rumah Tangga

Akhlak Suami dalam Rumah Tangga


Para pembaca rahimakumullah.

Mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Karena kesempurnaan iman seseorang akan menjadikan pelakunya berhias dengan akhlak yang mulia dan berbuat baik kepada segenap manusia.

Sebagaimana sabda Rasululloh:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Abu Dawud no. 4682 dan at-Tirmidzi no. 1162, lihat ash-Shahihah al-Albani no. 284)

Rasulullah juga bersabda:

وَخَالِقالنَّاسَبِخُلُقٍحَسَنٍ

“Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. at-Tirmidzi no. 1987, lihat Shahihul Jami’ no. 97)

Dalamhadits tersebut terdapat anjuran bagi setiap muslim untuk berhias dengan akhlak yang baik di dalam bergaul dengan sesama.

Bagaimanakah wujud pengamalan akhlak yang baik dalam pergaulan?

Wujud pengamalan akhlak yang baik di dalam pergaulan adalah dengan menahan diri untuk tidak menyakiti  saudaranya baik melalui lisan seperti mencela, mengejek, mengumpat dan melaknat ataupun melalui tangan seperti memukul, melukai dan lain sebagainya. Kemudian bermurah hati atau suka memberi kepada orang lain serta sabar terhadap gangguan mereka.

Rasululloh adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Anas bin Malik mengatakan:

كَانَرَسُولُاللهِصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَأَحْسَنَالنَّاسِخُلُقًا

“Rasululloh adalah manusia yang paling baik akhlaknya.” (HR. Muslim no. 2310)

Allah pun memuji keagungan akhlak Rasululloh, sebagaimana dalam firman-Nya:

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung.” (al-Qolam: 4)

Rasululloh adalah orang yang paling baik pergaulannya kepada setiap orang, terlebih lagi kepada istri-istri beliau.Bahkan beliau menekankan dalam sabdanya:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik diantara kalian kepada istrinya dan aku adalah orang yang paling baik diantara kalian kepada istriku.”(HR. at-Tirmidzi no. 3895 dan Ibnu Majah no. 1977, ash-Shahihah al-Albani no. 285)

Maka sebaik-baik mukmin adalah orang yang paling baik akhlaknya kepada istrinya.Namun kenyataan yang terjadi dalam masyarakat sungguh menyedihkan dan bertentangan dengan sabda Rasulullah tersebut seperti merebaknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh sebagian suami. Hal ini menunjukkan bahwa betapa rendahnya akhlak mereka  dalambergaul dengan para istri.

Yang lebih mengherankan pada diri sebagian suami, sangat buruk dalam bergaul dengan istrinya namun begitu baik di dalam bergaul dengan orang lain. Terhadap istri sendiri ucapannya keras, kasar, bermuka masam, berdusta, tidak memberi nafkah, tidak mau membantu pekerjaan rumah dan lain sebagainya.Namun kepada orang lain – masya Allah- ucapannya lembut, sopan, bermuka manis, suka memberi dan mudah dimintai tolong. Ini merupakan kesalahan yang sangat besar dan menyelisihi petunjuk Rasulullah.

Memang benar kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada orang lain. Namun ingat, istri merupakan orang pertama yang paling berhak untuk mendapatkan kebaikan dari suami sebelum orang lain. Karena istri merupakan orang terdekat suami yang selalu menemaninya di waktu siang maupun malam.Apabila suami tertimpa suatu musibah maka istri adalah orang pertama yang ikut merasakan penderitaannya.Dan apabila suami merasakan kegembiraan atau kesedihan maka istri adalah orang pertama pula yang merasakan kegembiraan dan kesedihan tersebut. Sehingga apabila suami memiliki kebaikan, maka berikanlah kebaikan tersebut kepada istri sebelum memberikan kepada orang lain. Hendaklah seorang suami menjadikan istrinya sebagai sebaik-baik teman dan sebaik-baik orang yang dicintai.

Bagaimanakah kehidupan rumah tangga Rasululloh sehari-hari?

Al-Aswad bertanya kepada ‘Aisyah, “Apa kesibukan Rasululloh selama berada di rumah?”‘Aisyah menjawab, “Beliau biasa membantu pekerjaan rumah.” (HR. al-Bukhori no. 676)

Di tengah kesibukannya yang luar biasa sebagai pemimpin umat, Rasululloh masih sempat meluangkan waktu untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Sampai diceritakan bahwa beliau memerahkan susu untuk keluarganya, memperbaiki sandal, menjahit baju dan lain sebagainya. Subhanalloh, beliau tidak canggung mengerjakan pekerjaan rumah dan tidak merasa gengsi untuk melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh para istri.Sementara sebagian suami di masa sekarang, mereka merasa gengsi untuk membantu pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mengepel, mencuci, memasak, mengurus anak dan lain sebagainya.

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz mengatakan, “Wajib kepada para suami untuk mempergauli para istri dengan cara yang sebaik-baiknya. Karena Alloh Ta’ala berfirman:

“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri) secara baik.Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. an-Nisaa: 19)

Alloh Ta’ala juga berfirman:

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut carayang baik, akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. (QS. al-Baqarah: 228)

Rasululloh bersabda:

“Hendaklah kalian berwasiat kepada para wanita dengan kebaikan.” (HR. at-Tirmidzi no. 1163 dan Ibnu Majah no. 1851, lihat Adabuz Zifaf hlm. 270)

(Majmu’ Fatawa Ibn Baz jilid 21, hlm. 230)

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di mengatakan, “Wajib bagi setiap suami istri, satu dengan yang lainnya untuk bergaul dengan cara yang baik dengan pergaulan yang indah, menahan diri untuk saling menyakiti dan tidak menunda-nunda dalam menunaikan haknya masing-masing.” (Manhajus Salikin hlm. 130)

Rasululloh adalah figur suami yang adil di dalam memberikan bagian kepada istri-istrinya. Satu contoh dalam hal ini adalah apa yang diceritakan oleh ‘Aisyah bahwasanya dahulu Rasululloh apabila ingin mengadakan perjalanan, beliau mengadakan undian bagi istri-istrinya. Barangsiapa yang namanya keluar maka itulah yang ikut bersama beliau.Dan beliau membagi hari giliran diantara istri-istrinya kecuali Saudah bintu Zam’ah yang menyerahkan hari gilirannya kepada ‘Aisyah demi mengharap ridho Rasululloh. (HR. al-Bukhori no. 2593 dan 2688)

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di mengatakan, “Dan wajib bagi suami untuk bersikap adil diantara istri-istrinya dalam masalah pembagian hari giliran, pemberian nafkah, pemberian pakaian dan perkara-perkara yang mampu baginya untuk berbuat adil.” (Manhajus Salikin hlm. 131)

Rasululloh bersabda, “Barangsiapa yang memiliki 2 istri kemudian ia condong kepada salah satunya maka ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tubuhnya miring.”

(HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, at-Tirmidzi dan Nasa’i, lihat al-Irwa no. 2017)

Apabila seorang istri ingin melepaskan haknya (dan diberikan kepada istri lainnya) seperti hari giliran, nafkah dan pakaiannya dengan seizin suami, maka yang demikian ini dibolehkan, sebagaimana yang dilakukan oleh Saudah. (Manhajus Salikin hlm. 131)



Romantisme Nabi Bersama ‘Aisyah

‘Aisyah berkata, “Suatu saat aku sedang minum dan ketika itu aku dalam keadaan haid.Kemudian aku tawarkan minuman tersebut kepada Rasululloh maka beliau meletakkan mulutnya pada bekas mulutku.Aku pernah makan tulang dan ketika itu aku dalam keadaan haid.Kemudian aku tawarkan tulang tersebut kepada Rasululloh maka beliau meletakkan mulutnya pada bekas mulutku.” (HR. Muslim no. 300)

‘Aisyah berkata, “Rasululloh pernah melaksanakan salat dalam keadaan duduk, beliau membaca surat dalam keadaan duduk, maka apabila tersisa bacaan sekitar 30 atau 40 ayat beliau berdiri dan menyelesaikan sisa ayat dalam keadaan berdiri, kemudian ruku dan sujud. Beliau melakukan hal yang sama pada rakaat kedua. Tatkala beliau telah selesai dari shalatnya, beliau melihatku: apabila aku tidak tidur maka beliau berbincang-bincang denganku dan apabila aku tidur maka beliau berbaring.” (HR. al-Bukhari no. 1119)

Suatu ketika ‘Aisyah bersama Rasululloh mengadakan perjalanan, dan saat itu ‘Aisyah kurus badannya.Rasululloh mengatakan kepada para sahabat, “Berjalanlah kalian terlebih dahulu.”Kemudian beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Kemarilah, aku mau berlomba denganmu.”‘Aisyah pun berlomba dengan Rasululloh dan dimenangkan oleh ‘Aisyah.Beberapa waktu kemudian aku keluar bersama beliau dalam suatu perjalanan.Rasululloh mengatakan kepada para sahabat, “Berjalanlah kalian terlebih dahulu.”Kemudian beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Kemarilah, aku mau berlomba denganmu.”Dan ketika itu ‘Aisyah dalam keadaan gemuk.’Aisyah berkata, “Bagaimana mungkin aku berlomba denganmu wahai Rasululloh sementara aku dalam keadaan demikian?”Beliau berkata, “Ayo berlombalah.”Maka ‘Aisyah berlomba dengan Rasululloh dan dimenangkan oleh Rasululloh.Beliau berkata, “Ini sebagai balasan dari perlombaan sebelumnya.” (HR. Ahmad no. 24119 dan 26277, lihat Irwaul Ghalil no. 1502)

‘Aisyah berkata, “Suatu hari aku tidur di hadapan Rasulullah (beliau dalam keadaan shalat) dan kedua kakiku menjulur ke arah kiblat.Tatkala beliau sujud, tangan beliau meraba kakiku.Maka akupun segera menarik kakiku.Kemudian tatkala beliau bangkit, akupun kembali menjulurkan kedua kakiku.” (HR. al-Bukhari no. 513)



Romantisme Nabi Bersama Shafiyyah

Shafiyyah berkata, “Suatu hari Rasulullah beri’tikaf kemudian aku mengunjunginya pada malam hari.Akupun berbincang-bincang dengannya.Tak berapa lama akupun bersiap untuk kembali ke rumah dan Rasululloh mengantarku pulang.” (HR. al-Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 2175)

Wallohu a’lam bish-shawab

Penulis: Abu ‘Abdirrahman Muhammad Rifqi

Sumber: Buletin Islam Al-Ilmu
AWAS!!! bid’ah munkarah ‘IDUL GHADIR buatan SYI’AH RAFIDHAH

AWAS!!! bid’ah munkarah ‘IDUL GHADIR buatan SYI’AH RAFIDHAH


Setiap 18 Dzulhijjah, kaum Syiah merayakan Idul Ghadir. Hari raya yang bagi Syi’ah lebih istimewa daripada Idul Fitri dan Idul Adha. Bahkan mereka namakan sebagai ‘Idul Akbar!!!!

Subhanallah….

Di Indonesia…kelompok SESAT ini terus memprogandakan dan menjajakan bid’ah-bid’ah dan kekufurannya ke tengah-tengah muslimin. Dengan mengatasnamakan kecintaan dan pembelaan terhadap Ahlul Bait!!!

Idul Ghadir, yang mereka katakan memperingati peristiwa Ghadir Khum. Hari tersebut diklaim oleh Syiah sebagai hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa Sallam mewasiatkan ‘Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah!!! Sungguh DUSTA mereka…

Berikut penjelasan al-’Allamah Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah tentang Idul Ghadir yang batil itu : Ada Bid’ah Munkarah, yang aku peringatkan saudara-saudaraku sekalian darinya, dan hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir. Yaitu bid’ah “Idul Ghadir”. Telah berdatangan kitab-kitab dari Iran mengajak merayakan Idul Ghadir.

‘Idul Ghadir tidak pernah diperingati/dirayakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pula Abu Bakr, tidak pula ‘Umar, tidak pula ‘Utsman. Bahkan tidak pula diperingati oleh Ali bin Abi Thalib, tidak pula al-Hasan dan al-Husein, tidak pula oleh Zaid bin ‘Ali. Itu adalah BID’AH dan salah satu syi’ar syi’ah bid’ah. Kemudian kedustaan yang sangat nyata, yaitu mereka menamakannya “Idul Ghadir”, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Tidak ada untuk kita kecuali dua ‘Id, yaitu ‘Idul Adha dan ‘Idul Fitri.”

Maka WASPADALAH, WASPADALAH WAHAI KAUM MUSLIMIN, jangan kalian hadir dalam acara-acara bid’ah tersebut. Apa yang terkandung dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membuat kita tidak butuh terhadap bid’ah.”

[ I'lan an-Nakir 'ala ashhabi bid'ati 'Idil Ghadir, hal. 3-4 ]

unduh kitabnya di sini http://goo.gl/W42uNu

Sumber: Miratsul Anbiya'

Permasalahan Seputar Nifas

Permasalahan Seputar Nifas


Dalam kitab Sittiina Su`alan ‘an Ahkamil Haidh fish Shalat wash Shaum wal Hajj wal I’timar, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjawab pertanyaan seputar nifas dan lainnya.

Berikut sebagian nukilannya:

  1.   Apakah wajib bagi wanita nifas untuk puasa dan shalat apabila ia suci sebelum berlalu waktu 40 hari?

Beliau rahimahullah menjawab:

“Ya, wajib baginya shalat dan puasa. Ketika seorang wanita yang nifas telah suci sebelum 40 hari, wajib baginya melakukan ibadah puasa apabila bertepatan dengan Ramadhan sebagaimana wajib baginya shalat lima waktu. Dan boleh bagi suaminya untuk menggaulinya karena ia telah suci. Tidak ada yang mencegahnya dari puasa, dari kewajiban shalat, dan kebolehan jima’ (bersetubuh).”

  1. Apakah wanita yang nifas harus menunggu selama 40 hari, tidak boleh shalat dan puasa? Atau yang jadi patokan adalah berhentinya darah yang keluar dari kemaluan si wanita, yang dengan begitu bila darah telah berhenti berarti ia telah suci dan boleh mengerjakan shalat? Berapa lama waktu minimal nifasnya seorang wanita?

Download Audio Mendulang Faidah Ilmu dari Kitab Iqtidha Shirathal
Mustaqim-Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Download Audio Mendulang Faidah Ilmu dari Kitab Iqtidha Shirathal Mustaqim-Ustadz Abu Hamzah Yusuf

سْــــــــــــــــــمِ اللهِ


Download Audio Kajian Rutin Islam Ilmiyah Bandung


2 Dzulhijjah 1435H
Ustadz Abu Hamzah Yusuf Hafizhohulloh
(Redaktur Majalah Asy Syari'ah dari Tasikmalaya)


Tempat:
Masjid Ma’had Adhwa ‘Us Salaf Cileunyi


“Tausiyyah Seputar Fitnah Tamyi' (Manhaj Lembek) dalam Dakwah”
1. Tausiyyah Seputar Fitnah Tamyi' (Manhaj Lembek) dalam Dakwah (Ustadz Abu Hamzah Yusuf) 2 Dzulhijjah 1435H


1. Tanya Jawab


MASJID AGUNG KOTA CIMAHI
(Samping Alun-Alun Kota Cimahi)


"Mendulang Faidah Ilmu dari Kitab Iqtidha Shirathal Mustaqim"
1. Mendulang Faidah Ilmu dari Kitab Iqtidha Shirathal Mustaqim-(Ustadz Abu Hamzah Yusuf ) 2 Dzulhijjah 1435 H


:: Semoga Bermanfaat ::
بارك الله فيكم

Download Audio Kitab HUQUQUL AULAAD-Ustadz Abu Najm Khotib

Download Audio Kitab HUQUQUL AULAAD-Ustadz Abu Najm Khotib

سْــــــــــــــــــمِ اللهِ


Download Audio Kajian Islam Ilmiyah Bandung


25 Dzulqo’dah 1435H
Ustadz Abu Najm Khotib Hafizhohulloh (Pengasuh Ma’had An-Nur Al-Atsary Banjarsari, Ciamis)


Tempat:
Masjid Ma'had Adhwa 'Us Salaf Cileunyi

"Thausiah Ba'da Maghrib"


1. Thausiah Ba'da Maghrib (Ustadz Abu Najm Khatib) 25 Dzulqa'dah 1435H



MASJID AGUNG KOTA CIMAHI
(Samping Alun-Alun Kota Cimahi)

"Kitab
HUQUQUL AULAAD (Hak-Hak Anak)"
(Karya Asy-Syaikh Abdulloh Al Bukhori
hafizhohulloh)


1. Huququl Aulaad (Ustadz Abu Najm Khatib) 25 Dzulqa'dah 1435H


:: Semoga Bermanfaat ::
بارك الله فيكم

QURBAN Keutamaan dan Hukumnya

QURBAN Keutamaan dan Hukumnya

QURBAN Keutamaan dan Hukumnya

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin)

Definisi

Al-Imam Al-Jauhari t menukil dari Al-Ashmu’i bahwa ada 4 bacaan pada kata اضحية:

1. Dengan mendhammah hamzah: أُضْحِيَّةٌ

2. Dengan mengkasrah hamzah: إِضْحِيَّةٌ

Bentuk jamak untuk kedua kata di atas adalah أَضَاحِي boleh dengan mentasydid ya` atau tanpa mentasydidnya (takhfif).

3. ضَحِيَّةٌ dengan memfathah huruf dhad, bentuk jamaknya adalah ضَحَايَا

4.  أَضْحَاةٌ dan bentuk jamaknya adalah أَضْحَى

Dari asal kata inilah penamaan hari raya أَضْحَى diambil. Dikatakan secara bahasa:

ضَحَّى يُضَحِّي تَضْحِيَةً فَهُوَ مُضَحٍّ

Al-Qadhi t menjelaskan: “Disebut demikian karena pelaksanaan (penyembelihan) adalah pada waktu ضُحًى (dhuha) yaitu hari mulai siang.”

Adapun definisinya secara syar’i, dijelaskan oleh Al-‘Allamah Abu Thayyib Muhammad Syamsulhaq Al-‘Azhim Abadi   dalam kitabnya ‘Aunul Ma’bud (7/379): “Hewan yang disembelih pada hari nahr (Iedul Adha) dalam rangka taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah l.” (Lihat Al-Majmu’ 8/215, Syarah Muslim 13/93, Fathul Bari 11/115, Subulus Salam 4/166, Nailul Authar 5/196, ‘Aunul Ma’bud 7/379, Adhwa`ul Bayan 3/470)



Syariat dan Keutamaannya

Dalil yang menunjukkan disyariatkannya menyembelih hewan qurban adalah Al-Qur`an, As-Sunnah, dan kesepakatan para ulama.

Adapun dari Al-Qur`an, di antaranya adalah firman Allah l:

“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan sembelihlah hewan qurban.” (Al-Kautsar: 2)

Menurut sebagian ahli tafsir seperti Ikrimah, Mujahid, Qatadah, ‘Atha`, dan yang lainnya, النَّحْرُ dalam ayat di atas adalah menyembelih hewan qurban.

Asy-Syinqithi t dalam Adhwa`ul Bayan (3/470) menegaskan: “Tidak samar lagi bahwa …. menyembelih hewan qurban masuk dalam keumuman ayat وَانْحَرْ.”

Juga keumuman firman Allah l:

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” (Al-Hajj: 36)

Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi dalam kitab Fathur Rabbil Wadud (1/370) berhujjah dengan keumuman ayat di atas untuk menunjukkan syariat menyembelih hewan qurban. Beliau menjelaskan: “Kata الْبُدْنَ mencakup semua hewan sembelihan baik itu unta, sapi, atau kambing.”



Adapun dalil dari As-Sunnah, ditunjukkan oleh sabda beliau n dan perbuatannya. Di antara sabda beliau adalah hadits Al-Bara` bin ‘Azib z:

إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِي يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرَ، مَنْ فَعَلَهُ فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلُ فَإِنَّمَا هُوَ لَـحْمٌ قَدَّمَهُ لِأَهْلِهِ لَيْسَ مِنَ النُّسُكِ فِي شَيْءٍ

“Sesungguhnya yang pertama kali kita mulai pada hari ini adalah shalat. Kemudian kita pulang lalu menyembelih hewan qurban. Barangsiapa berbuat demikian maka dia telah sesuai dengan sunnah kami, dan barangsiapa yang telah menyembelih sebelumnya maka itu hanyalah daging yang dia persembahkan untuk keluarganya, tidak termasuk ibadah nusuk sedikitpun.” (HR. Al-Bukhari no. 5545 dan Muslim no. 1961/7)

Di antara perbuatan beliau adalah hadits Anas bin Malik z:

ضَحَّى رَسُولُ اللهِ n بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَـحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَـمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلىَ صِفَاحِهِمَا

“Rasulullah berqurban dengan dua ekor kambing putih kehitaman yang bertanduk. Beliau sembelih sendiri dengan tangannya. Beliau membaca basmalah, bertakbir, dan meletakkan kakinya di sisi leher kambing tersebut.” (HR. Al-Bukhari no. 5554 dan Muslim no. 1966, dan lafadz hadits ini milik beliau)

Adapun ijma’ ulama, dinukilkan kesepakatan ulama oleh Ibnu Qudamah Al-Maqdisi t dalam Asy-Syarhul Kabir (5/157) -Mughni-, Asy-Syaukani t dalam Nailul Authar (5/196) dan Asy-Syinqithi t dalam Adhwa`ul Bayan (3/470)1. Para ulama hanya berbeda pendapat tentang wajib atau sunnahnya.

Adapun keutamaan berqurban, maka dapat diuraikan sebagai berkut:

1. Berqurban merupakan syi’ar-syi’ar Allah l, sebagaimana yang telah lewat penyebutannya dalam firman Allah l surat Al-Hajj ayat 36.

2. Berqurban merupakan bagian dari Sunnah Rasulullah n, karena beliau n telah menganjurkan dan melaksanakannya. Maka setiap muslim yang berqurban seyogianya mencontoh beliau dalam pelaksanaan ibadah yang mulia ini.

3. Berqurban termasuk ibadah yang paling utama. Allah l berfirman:

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)’.” (Al-An’am: 162-163)

Juga firman-Nya:

“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan sembelihlah hewan qurban.” (Al-Kautsar: 2)

Sisi keutamaannya adalah bahwa Allah l dalam dua ayat di atas menggandengkan ibadah berqurban dengan ibadah shalat yang merupakan rukun Islam kedua.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah  t sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan: “Allah l memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah l, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah l, janji, perintah, serta keutamaan-Nya….”

Beliau mengatakan lagi: “Oleh sebab itulah, Allah l menggandengkan keduanya dalam firman-Nya:

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam’.” (Al-An’am: 162)

Walhasil, shalat dan menyembelih qurban adalah ibadah paling utama yang dapat mendekatkan diri kepada Allah l….”

Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat….”



Hukum Menyembelih Qurban

Pendapat yang rajih dalam masalah ini adalah bahwa menyembelih qurban hukumnya sunnah muakkadah. Ini adalah pendapat mayoritas ulama. Dalilnya adalah hadits Ummu Salamah x, Rasulullah n bersabda:

إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا

“Apabila masuk 10 hari Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian hendak menyembelih qurban maka janganlah dia mengambil (memotong) rambut dan kulitnya sedikitpun.” (HR. Muslim 1977/39)

Sisi pendalilannya, Rasulullah n menyerahkan ibadah qurban kepada kehendak yang menunaikannya. Sedangkan perkara wajib tidak akan dikaitkan dengan kehendak siapapun. Menyembelih hewan qurban berubah menjadi wajib karena nadzar, berdasarkan sabda beliau n:

مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللهَ فَلْيُطِعْهُ

“Barangsiapa bernadzar untuk menaati Allah, maka hendaklah dia menaati-Nya.” (HR. Al-Bukhari no. 6696, 6700 dari Aisyah x)



Faedah: Atas nama siapakah berqurban itu disunnahkan?

Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin t menjawab: “Disunnahkan dari orang yang masih hidup, bukan dari orang yang telah mati. Oleh sebab itulah, Nabi n tidak pernah berqurban atas nama seorangpun yang telah mati. Tidak untuk istrinya, Khadijah d, yang paling beliau cintai. Tidak juga untuk Hamzah z, paman yang beliau cintai. Tidak pula untuk putra-putri beliau yang telah wafat semasa hidup beliau, padahal mereka adalah bagian dari beliau. Beliau hanya berqurban atas nama diri dan keluarganya. Dan barangsiapa yang memasukkan orang yang telah meninggal pada keumuman (keluarga), maka pendapatnya masih ditoleransi. Namun berqurban atas nama yang mati di sini statusnya hanya mengikut, bukan berdiri sendiri. Oleh karena itu, tidak disyariatkan berqurban atas nama orang yang mati secara tersendiri, karena tidak warid (datang) riwayat dari Nabi n.” (Asy-Syarhul Mumti’, 3/423-424 cet. Darul Atsar, lihat pula hal. 389-390)

Berqurban atas nama sang mayit hanya diperbolehkan pada keadaan berikut:

1. Bila sang mayit pernah bernadzar sebelum wafatnya, maka nadzar tersebut dipenuhi karena termasuk nadzar ketaatan.

2. Bila sang mayit berwasiat sebelum wafatnya, wasiat tersebut dapat terlaksana dengan ketentuan tidak melebihi 1/3 harta sang mayit. (Lihat Syarh Bulughil Maram, 6/87-88 karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin t)

Hadits yang menunjukkan kebolehan berqurban atas nama sang mayit adalah dhaif. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2790) dan At-Tirmidzi (no. 1500) dari jalan Syarik, dari Abul Hasna`, dari Al-Hakam, dari Hanasy, dari ‘Ali bin Abi Thalib z. Hadits ini dhaif karena beberapa sebab:

1. Syarik adalah Ibnu Abdillah An-Nakha’i Al-Qadhi, dia dhaif karena hafalannya jelek setelah menjabat sebagai qadhi (hakim).

2. Abul Hasna` majhul (tidak dikenal).

3. Hanasy adalah Ibnul Mu’tamir Ash-Shan’ani, pada haditsnya ada kelemahan walau dirinya dinilai shaduq lahu auham (jujur namun punya beberapa kekeliruan) oleh Al-Hafizh dalam Taqrib-nya.

Dan hadits ini dimasukkan oleh Ibnu ‘Adi dalam Al-Kamil (2/844) sebagai salah satu kelemahan Hanasy.

Adapun bila ada yang berqurban atas nama sang mayit, maka amalan tersebut dinilai shadaqah atas nama sang mayit dan masuk pada keumuman hadits:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ …

“Bila seseorang telah mati maka terputuslah amalannya kecuali dari 3 perkara: shadaqah jariyah ….” (HR. Muslim no. 1631 dari Abu Hurairah z)

Wallahul muwaffiq.







1 Juga Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi dalam Fathur Rabbil Wadud (1/370).

Sumber: Majalah Asy Syari'ah

Download Audio Kitab Al-Mulakhkhosh Fii Syarhi Kitabit Tauhid-Ustadz
Abu Yahya Mu'adz

Download Audio Kitab Al-Mulakhkhosh Fii Syarhi Kitabit Tauhid-Ustadz Abu Yahya Mu'adz

سْــــــــــــــــــمِ اللهِ.


Download Audio Kajian Islam Ilmiyah Bandung


18 Dzulqo’dah 1435H


Tempat:
MASJID AGUNG KOTA CIMAHI
(Samping Alun-Alun Kota Cimahi)


Kitab Al-Mulakhkhosh Fii Syarhi Kitabit Tauhid
Karya Syaikh Sholeh Al-Fauzan Hafizhohulloh
Ustadz Abu Yahya Mu’adz Hafizhohulloh (dari Pendem, Sragen)


1. Kitab Al-Mulakhkhosh Fii Syarhi Kitabit Tauhid (Ustadz Abu Yahya Mu'adz) 18 Dzulqa'dah 1435H


:: Semoga Bermanfaat ::
بارك الله فيكم

Bagaimana Menyikapi Ustadz Yang Salah

Bagaimana Menyikapi Ustadz Yang Salah

BAGAIMANA MENYIKAPI USTADZ YANG SALAH

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Apa yang wajib dilakukan terhadap salah seorang ustadz yang salah, khususnya pada materi-materi agama, dalam keadaan saya mengetahui dengan yakin jawaban yang benar?

Jawaban: Ini adalah pertanyaan yang penting, karena kita menjumpai sebagian asatidzah tidak terima ada seorang pun menyalahkannya betapapun besarnya kesalahan yang dia lakukan. Sikap seperti ini tidak benar, karena semua manusia tempatnya salah. Jadi jika seseorang salah dan ada yang mengingatkannya maka hal ini termasuk nikmat Allah terhadapnya, agar orang lain tidak tertipu dengan kesalahannya.


Hanya saja sepantasnya bagi seorang murid atau seorang penuntut ilmu untuk memiliki sikap yang cerdas dan mulia, jadi dia jangan langsung berdiri di hadapan murid-murid yang lain ketika membantah gurunya, karena cara semacam ini tidak beradab.

Jadi hendaknya dia melakukannya setelah pelajaran selesai. Kalau gurunya menerima kritikannya (mengakui kesalahannya –pent) maka gurunya tersebut wajib untuk menjelaskan ulang kesalahannya tersebut pada pelajaran berikutnya. Tetapi kalau gurunya tersebut tidak menerima kritikannya, maka wajib atas sang murid untuk berdiri di hadapan murid-murid yang lain pada pelajaran berikutnya untuk mengatakan: “Ya Ustadz, Anda mengatakan demikian demikian, padahal ini adalah ucapan yang tidak benar.”

Sumber artikel: Kitaabul Ilmi, tanya jawab no. 53

Alih bahasa: Abu Almass
Jum’at, 24 Dzulqa’dah 1435 H
Kitab Huququl Aulaad-Ustadz Khotib

Kitab Huququl Aulaad-Ustadz Khotib


Kajian Rutin SABTU SORE
25 Dzulqo’dah 1435H/ 20 Sept 2014
Ba’da Ashar s.d. selesai

Kitab HUQUQUL AULAAD (Hak-Hak Anak) (Karya Asy-Syaikh Abdulloh Al Bukhori hafizhohulloh)

bersama: Ustadz Abu Najm Khotib Hafizhohulloh (Pengasuh Ma'had As Salafy An-Nur)

Tempat:
MASJID AGUNG KOTA CIMAHI (Samping Alun-Alun Kota Cimahi)

CP: 089657273634 | 085221101378 | 085721054784

Gratis, TERBUKA UNTUK UMUM MUSLIM & MUSLIMAH

streaming LIVE di:
www.salafybandung.com | IP address : 103.28.148.18 atau i.klikhost.com:8088

بارك الله فيكم
Kitab At-Tauhid-Ustadz Abu Yahya Mu'adz

Kitab At-Tauhid-Ustadz Abu Yahya Mu'adz

Kajian Rutin SABTU SORE
18 Dzulqo'dah 1435H/ 13 Sept 2014
Ba'da Ashar s.d. selesai

Kitab Al-Mulakhkhosh Fii Syarhi Kitabit Tauhid
Karya Syaikh Sholeh Al-Fauzan Hafizhohulloh

bersama: Ustadz Abu Yahya Mu'adz Hafizhohulloh (dari Pendem, Sragen)

Tempat:
MASJID AGUNG KOTA CIMAHI (Samping Alun-Alun Kota Cimahi)

CP: 089657273634 | 085221101378 | 085721054784

Gratis, TERBUKA UNTUK UMUM MUSLIM & MUSLIMAH

streaming LIVE di:
www.salafybandung.com | IP address : 103.28.148.18 atau i.klikhost.com:8088

بارك الله فيكم
Download Audio Kaidah-Kaidah Untuk Menghindari Hizbiyah

Download Audio Kaidah-Kaidah Untuk Menghindari Hizbiyah


بِسمِ اللَّهِ

Download Audio Muhadhoroh Islam Ilmiyah Bandung
Tempat: Masjid Ma’had Adhwa ‘Us Salaf Cileunyi
Pelajaran: ” Kaidah-Kaidah Untuk Menghindari Hizbiyah’”
Pengkaji: Ustadz Muhammad Umar As Sewed hafizhohulloh



24 Tanya Jawab + 1 Thausiah Untuk Ikhwah Bandung:1. Apakah seorang yang lambat dalam menyampaikan fatwa ulama termasuk hizbiyah gaya baru ?
Tanya Jawab 1

2. Apakah dengan ditahdzirnya Dzulqarnain oleh ulama Khibar dapat dikatakan beliau sebagai ahlu bid'ah ?
Tanya Jawab 2

3. Bagai mana Syaikh Muhammad Al Imam saat ini, apakah jika ada Da'i yang membelanya patut untuk diwaspadai ?
Seputar Iqomah

Seputar Iqomah

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim)

Hukum Iqamah

Dalam pembahasan adzan terdahulu, kita telah mengetahui bahwa hukum iqamah adalah fardhu kifayah dalam shalat berjamaah. Adapun untuk shalat sendiri, hukumnya mustahab (sunnah), dengan dalil sabda Rasulullah n:

إِذَا كَانَ الرَّجُلُ بِأَرْضٍ قِيٍّ، فَحَانَتِ الصَّلاَةُ فَلْيَتَوَضَّأْ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ مَاءً فَلْيَتَيَمَّمْ، فَإِنْ أَقَامَ صَلَّى مَعَهُ مَلَكَاهُ، وَإِنْ أَذَّنَ وَأَقَامَ صَلَّى خَلْفَهُ مِنْ جُنُوْدِ اللهِ مَا لاَ يُرَى طَرْفاَهُ

“Bila seseorang berada di tanah yang tandus tidak berpenghuni lalu datang waktu shalat, ia pun berwudhu dan bila tidak beroleh air ia bertayammum. Maka jika ia menyerukan iqamah untuk shalat akan shalat bersamanya dua malaikat yang menyertainya. Jika ia adzan dan iqamah maka akan shalat di belakangnya tentara-tentara Allah yang tidak dapat terlihat dua ujungnya.” (HR. Abdurrazzaq dan Ibnu Abi Syaibah, sanadnya shahih di atas syarat As-Sittah, kata Al-Imam Al-Albani t, Ats-Tsamarul Mustathab, 1/45)



Lafadz Iqamah

Ada dua macam iqamah: