Meja Redaksi

Rate this posting:
{[['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', '']]}

بسم الله الرحمن الرحيم


Segala puji hanyalah milik Allah Tabaraka wata’ala, tentu berlaku bagi seluruh makhlukNya yang selalu tunduk dan mengabdi untukNya, dan hanya bagi Allah Subhanahu wata’ala sajalah sembahan yang haq bagi manusia dan jin yang beriman bersama keimanan yang kokoh. Maka allah adalah pemilik kekuasaan yang mutlak! Tidak ada yang menandingiNya. Tidak selayaknya manusia ada yang menyekutukanNya. Baik yang di langit dari bangsa malaikat pun juga yang di bumi dari kalangan manusia dan jin. Semuanya mesti melazimi ketaatan dan ketulusan dalam beribadah kepadaNya.


Tidak lupa, sholawat serta salam hendaknya tiada henti-hentinya kita sanjungkan kepada Nabi kita Rasulullah Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam dan kepada keluarganya, shahabat-shabatnya, tabi’in, tabiut tabi’in, para ulama yang terdahulu hingga hari ini bersama orang-orang terdahulu yang telah beriman, semoga Allah memberikan rahmatNya yang luas bagi mereka hingga hari kebangkitan kelak. Amin…


Setiap kita akan menapaki jalan hidup yang berbeda-beda, berliku-liku, naik dan turun, bahkan terkadang harus mendaki dan terjal, atau tiba-tiba meluncur dari posisi terbaik ke dalam alam bawah sadar yang tak seorang pun mengerti, dan memilukannya. Mengapa harus terjadi? Dan semua itu telah Allah tetapkan takdirnya bagi seluruh hamba-hambaNya yang beriman akan hari kebangkitan. Tentu sebagai ujian di dunia dengan harapan ia kembali kepada Allah kelak dalam status aman dari fitnah dunia dan fitnah akhirat, ringan dalam perjalanannya menuju rahmatNya, Insya Allah.


Kekuasaan Allah tidak terbatas, Dia adalah Ar Rab yang menciptakan langit dan bumi dengan seluruh isi dan ornamen kehidupan di alam nyata yang nampak dan dapat kita rasakan dengan panca indera kita. Oleh karenanya, tidak lah menjadi suatu yang istimewa ketika seseorang menyatakan bahwa, pasang surut keimanan seseorang pun telah Allah tetapkan, ujian dan cobaan senantiasa menyertai setiap langkah kaki dan geliat tubuhnya, akan merasakan sakit dan derita, susah dan senang, bahagia atau duka lara, tentunya tidak terkecuali bayi yang masih mendekam di dalam rahim ibunya pun tidak lepas dari untaian catatan Al Qalam ---sebagai penulis takdir seluruh makhlukNya--- hingga ia dilahirkan ke dunia ini. “Karena keadaan iman setiap orang adalah bertambah dan berkurang, selalu begitu, bertambah dengan sebab keta’atan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan”.


Saudaraku seiman dan seislam, ahlus sunnah waljama’ah, salafiyiin dimana pun kalian berada. Menjadi sangat lumrah dan wajar ketika perjalanan dakwah salafiyah di bumi Indonesia ini tertantang oleh berbagai rintangan-rintangan yang mengakar dan mendasar. Dominasi pemuja hawa nafsu para dai-dai penabur subhat dan syahwat telah mengaburkan arah dan misi dakwah secara keseluruhan menjadi runyam. Ada saatnya semua subhat-subhat dakwah itu harus dikikis untuk pemurnian dakwah tauhid di negeri kita ini. Dan tentunya, itu tetap menjadi kewajiban kita sebagai pengemban dakwah tauhid. Untuk tetap mengurai kerumitan subhat menjadi terang benderang seperti siang terhadap malam. Jelas dan lugas tanpa dinding penghalang dan tabir yang menutupi wajah kesesatanya.


Hadir mulai hari ini dan untuk seterusnya insya Allah www.salafybandung.com. Media yang parkir di dunia maya itu, akan ikut mengisi lembaran sejarah kita dalam dakwah tauhid di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Nuansa manhajiyah akan senantiasa menjadi urusan paling prioritas dalam artikel-artikelnya. Tak perlu kita ragukan profile para penulisnya insya Allah. Selamat menikmati sajian www.salafybandung.com.


www.salafybandung.com lahir dari rahim perjalanan safar antara Indramayu - Bandung, dalam perjalanan darat yang penuh fawaid dari ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary bersama rekan-rekan penumpang city car 'Agya' menelusuri jalur Cikampek menuju ke arah subang di senja hari sabtu itu. Dan yang pasti sebelum kami meninggalkan markas dakwah Indramayu, sajian kopi tiga benua telah menutup majelis kohwa di rumah ustadz Abu Ishaq Muslim Al Atsary di Indramayu, ternyata mampu memompa dan membangkitkan bulir kecil sebesar atom di dalam akal yang sehat, untuk terus berjuang dan istiqomah di atas manhaj salaf. Jazaahumullahukhaira jazaa...


Sebagai hal yang tidak boleh kita lupakan, kami mengucapkan jazaakumullahukhairo kepada ustadz Abu Hamzah Yusuf dan ustadz Abu Ishaq Muslim serta ikhwana yang telah mendukung lahirnya media www.salafybandung.com Baarakallahufiikum


Redaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar