Al-Ustadz Qomar Su’aidy Menjawab 25 Pertanyaan Ikhwah Bandung

Rate this posting:
{[['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', '']]}

بسم الله الرحمن الرحيم



B. Villa Padjadjaran Cileunyi Bandung 14 Shafar 1436H


Mukaddimmah Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary hafizhohulloh
Mukaddimah Ustadz Abu Hamzah


Thausiah Al-Ustadz Abu Ubaid Qomar Su'aidy Lc. hafizhohulloh
1. Pentingnya kita memegang prinsip Tamayyuz (prinsip yang jelas terkait aqidah, manhaj)
2. Bab Tahdzir atau membantah kesalahan adalah suatu yang syar'i yang sekarang ini seolah-olah menjadi momok atau phoby. Padahal ini adalah bagian dari pada amar ma'ruf nahi munkar
3. Jangan terkecoh juga dengan jumlah
4. Pentingnya kita mengetahui fitnah-fitnah
Thausiah Ustadz Qomar Su'aidy

Menjawab Pertanyaan :

1. Menyampaikan tahdziran ulama terhadap seseorang adalah perkara bid'ah
Bdg 1


2. Ada syubhat bahwa menyampaikan fatwa ulama di depan majalis itu hukumnya adalah fardhu khifayah
Bdg 2


3. Permasalahan yang terjadi di bandung adalah permasalahan pribadi dan bukan manhaj
Bdg 3


4. Ada syubhat bahwa Abu Hanifah adalah murjiatul fuqoha
Bdg 4


5. Bagai mana yang menyebutkan para ulama tergelincir ke dalam kesalahan-kesalahan (Abu Hanifah, Al Hafidz Ibnu Hajar, Qotadah, dll)
Bdg 5


6. Ada Syubhat yang lain bahwa fitnah yaman atau al imam maka ulama yaman-lah yang lebih mengetahui keadaannya
Bdg 6


7. Ada yang mengatakan bahwa Syaikh Al Imam menandatangani (Perjanjian dengan Syi'ah) karena terpaksa
Bdg 7


8. Ada syubhat yang mengatakan tidak bisa kita ithlaqan semua syi'ah itu sesat
Bdg 8


9. Ada syubhat juga yang menyebutkan Fitnah yang saat ini sedang terjadi di bandung menyerupai hajury (yang suka merendahkan ustadz-ustadz, menjatuhkan kehormatan ustadz, masayaikh yaman dibicarakan atau direndahkan)
Bdg 9


10. Ada Syubhat bahwa Syaikh Robi' menasehati Abdurrohman Abdul Kholik 5 tahun, sedangkan saya hanya 5 hari baru dinasehati
- Terkadang Nasihat itu sudah sampai tapi tidak disadari
Bdg 10




11. Ketika kita meninggalkan Syaikh Al Imam dan karya-karyanya, apakah kita dituntut untuk meninggalkan orang yang masih bersama beliau atau membela penandatanganan perjanjiannya
- Sekali lagi penyimpangan syaikh Al Imam bukan hanya dalam bab watsiqoh
- awalnya mencarikan udzur, lama-lama membela, kemudian terjerumus/ menjadi pelaku
Bdg 11


12. Bagai mana jika kita tinggal di lingkungan yang sedang terjadi fitnah, jika kita bertahan di lingkungan tersebut kami bisa istikomah apakah itu baik, karena kami belum mampu melakukan hijroh
- di indonesia di mana-mana itu fitnah
Bdg 12


13. Apakah kita tidak boleh taklid kepada Ulama Khibar maupun Asatidz khibar
Bdg 13


14. Apa dibenarkan orang yang memilih maukif diam dalam menyikapi tahdzir dari para ulama dengan alasan bukan kapasitas saya
- ukuran kapasitas atau bukan itu apa
Bdg 14


15. Bagai mana seseorang yang sering kali mengutip kalam Yahya Al Hajury dalam kajiannya, ketika ditanya kenapa dia melakukannya dia menjawab bagaimanapun dia (Yahya Al Hajury) guru saya
Bdg 15


 

16. Ada ustadz yang bilang, ana itu didzolimi padahal kan sebenarnya masalahnya itu harusnya dirinci dulu

Merasa terdzolimi oleh ikhwah kenapa tidak memberikan nasihat langsung malah melaporkan ketergelinciran kepada asatidzah dan dia merasa apa yang dilaporkannya itu sebagiannya dicampuri di atas kedustaan
Bdg 16

17. Apakah termasuk ke dalam kedzoliman ketika melaporkan ustadz fulan memiliki penyimpangan kepada ustadz yang lain
Bdg 17


18. Apakah masih bisa disebut seorang salafy yang mengatakan bahwa imam An Nawawy akidahnya Asyari, ibnu hajar akidahnya asyari

terkait dengan syaikh ubaid apakah benar syaikh ubaid membolehkan kita belajar di tempat sekolah pendidikan yang di sana ada orang-orang asyari dan yang mengajarkan asyari, seperi IAIN

muncul pembelaan terhadap syaikh al imam, setelah diceritakan bahwa aqidah para imam ahlussunnah itu banyak yang menyimpang seperti imam an nawawy aqidahnya asyari, syaikh ubaid, maka ujung-ujungnya al imam menyimpang juga tidak masalah
Bdg 18


19. Ada suatu bantahan dari syaikh Al Albani terhadap suatu kaidah, kaidahnya barang siapa yang tidak mengkafirkan orang kafir maka dia kafir, barang siapa yang tidak membidahkan ahli bid'ah maka dia juga ahli bid'ah dan barang siapa yang tidak bersama kami maka dia lawan kami. Bantahan tersebut dijadikan alasan bahwa kita tidak boleh iltizam/ menerima fatwa atau tahdzir dari ulama jadi mereka saja sesuai dengan kapasitasnya masing-masing
Bdg 19


20. Kita dari sore tadi dan siang dan sekarang ini sesungguhnya  90% adalah syubhatnya Ustadz Mundzir, keadaan beliau seperti ini sebagian dari kita sudah mengambil sikap baro' sejak beberapa waktu yang lalu bahkan puncaknya adalah ketika kami menarik anak-anak dari belajar di ma'had adhwa us salaf. Nasihat antum kira-kira buat kita arahannya seperti apa apakah nanti juga masih ada kesempatan untuk bersama-sama mereka lagi dengan permasalahan seperti ini yang begitu membuat kita suntuk sepanjang waktu atau bagai mana ustadz
Bdg 20


21. Terkait dengan orang-orang yang bersamanya (mukolidnya) sudah diajarkan jawaban-jawaban dari syubhat-syubhat ini, mereka sudah mulai memprotek untuk tidak bertemu kita kalo ditanya begini jawabannya begitu dan mereka berusaha menampakan kebaikan-kebaikan tetapi tidak pernah sepakat dengan kesalahan-kesalahan Ustadz Mundzir seperti ini mereka tidak pernah mau memahami bahwa ini adalah kesalahan, justru mereka mengatakan Ustadz Mundzir itu ya benar ndak bisa kalo kita katakan bahwa ini adalah syubhat-syubhat beliau, mereka ndak merasa yakin bahwa itu semua adalah syubhat
Bdg 21


22. Misalnya suatu saat nanti Ustadz Luqman akan mengkonfrontasi kita dengan Ustadz Mundzir dan ketika misalnya ini diurai di hadapan kita dengan di sana juga ada Ustadz Mundzir bersama dengan orang-orang yang bersamanya apa kira-kira bekal kita supaya mereka bisa faham dan kita juga bisa menerima mereka kembali dari setelah mereka rujuk dan mengakui kesalahan-kesalahannya dan tentunya disertai dengan konsekuensi
Bdg 22


23. Makna Laa Illa ha Ilalloh saja belum faham sudah menyibukan dengan fitnah
Bdg 23


24. Apakah mubahalah termasuk solusi di dalam menyelesaikan fitnah
Bdg 24


25. Berkaitan dengan Data
Bdg 25

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar