Nasihat Seputar Permasalahan di Yaman, Serta Tahdzir terhadap Abu Ibrohim Muhammad Mundzir Bandung dan yang Bersamanya

Rate this posting:
{[['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', '']]}
pamflet aimبسم الله الرحمن الرحيم

download_icon

 

 

 

 

File Utuh

13 Kbps
Nasihat Seputar Permasalahan di Yaman serta Tahdzir terhadap Abu Ibrohim Muhammad Mundzir Bandung dan yang Bersamanya_Al-Ustadz Luqman Ba'abduh_2821436_13Kbps

32 Kbps


Nasihat Seputar Permasalahan di Yaman serta Tahdzir terhadap Abu Ibrohim Muhammad Mundzir Bandung dan yang Bersamanya_Al-Ustadz Luqman Ba'abduh_2821436_32Kbps

Al-Ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullah
Sabtu, 28 Shafar 1436H / 20 Desember 2014 M
Wisma Sehat Bandung

1


- Thausiah terkait permasalahan yang muncul dalam beberapa bulan terakhir

- Fitnah tidak akan pernah berhenti sampai hari kiamat nanti

- Penting untuk setiap muslim berada di atas Al-Ushul AsSalafiyyah (berpegang tegah dengan prinsip-prinsip dasar salafy)
1. Banyak berdo'a
2. Bertawakal kepada Alloh

- Sebab-sebab meninggalkan Al-Ushul AsSalafiyyah
1. Jahil
2. Hawa nafsu (berupa banyaknya pengikut)
3. At Taashub Al Madzhaby/ Al Hizby (Ashobiyyah terhadap guru, Ashobiyyah terhadap almamater)

Wisma Sehat Malam 1

2


- Ali Al Halaby


- Markaz Al Imam Al-Albani


- di Indonesia ada Markaz Bin Bazz, Jamilurrahman


- Ternyata prinsip-prinsipnya tidak sesuai dengan nama-nama tersebut


- Abu Qotadah Al-Hizby pernah belajar kepada Syaikh Muqbil dan mengaku sebagai murid terbaik Syaikh Muqbil, namun hakikatnya Hizby


Wisma Sehat Malam 2



3


- At tamassuk bi atsari man salaf membutuhkan kesabaran, membutuhkan ilmu, membutuhkan ketangguhan, membutuhkan keikhlasan

- Aadanya penolakan-penolakan terhadap prinsip-prinsip salaf baik itu penolakan sebagian maupun keseluruhan (Barang siapa yang meninggalkan walaupun hanya sebagian dari prinsip-prinsip salaf, maka dia telah keluar dari manhaj salaf)

- Syaikh Al-Albani mencetak kitab kecil, sebagai transkrip dari ceramah Syaikh Rabi bin Hadi Hadi al-Madkhali "Himbauan untuk bersatu"
Seperti yang dilakukan oleh Abdulloh Zen Al-Hisby, pengisi di Radio Rodja (diantara syubhatnya adalah dalil umum diginakan untuk perkara yang khusus, dalil yang mutlak digunakan untuk dalil yang sifatnya mukoyyad)

- Kalo kalian mendapati orang-orang yang selalu mengikuti perkara yang syubhat, dalil-dalil yang syar'i untuk membenarkan akidahnya dan membela pemikirannya, merekalah orang-orang yang Alloh sebutkan di dalam Al-Qur'an bahwa mereka adalah orang-orang yang berpenyakit qalbunya atau di dalam qalbunya ada penyakit penyimpangan kesesatan, maka kata Rasulullah "Tahdzir" (tinggalkan mereka, waspadai mereka, jauhi mereka)

Wisma Sehat Malam 3

4


- "Kita tidak boleh mendahului ulama", "kita harus bersama ulama", "kalo belum ada fatwa jangan mendahului ulama", "siapa ulama yang mentahdzir dia"

- contoh kasus adalah Dzulqarnain, berjalan panjang upaya demi upaya dilakukan, sampai akhirnya munculah fatwa Asy-Syaikh Al-'alamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali, banyak orang jatuh ke dalam syubhat dan fitnah karena tidak tahu sejarah sehingga orang-orang baru mereka pun "ko sudah terang, kapan mata hari terbitnya ?"


- matahari yang terang itu ternyata berproses


- Maka perlu kita bangunkan orang-orang sebelum subuh ini, "bangun ! bangun ! bangun !" biar ndak telat


- Atau mungkin yang ndak sadar semaput(pingsan) baru bangun jam 11 ya sudah dikasih sejarahnya


- Kasus Dzulqarnain berjalan panjang singkat cerita sampai terbitlah fatwa tahdzir dari Syaikhuna Al-'alamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali


- Ketika sudah tersampaikan, sebagian pihak menyatakan, "syaikh belum tau tentang siapa Ustadz Dzulqarnain itu" yang tadinya menyatakan "Jangan mendahului ulama", "ulama belum berfatwa", yang satunya lagi menyatakan "oh itu berdasarkan berita-berita dusta"


- Ada yang terbawa karena ashobiyyah sehingga dia meninggalkan salah satu dari prinsip salaf yaitu kalo seorang imam, seorang 'alim, Ulama Khibar sudah berbicara kembalikan urusannya kepada ulama salaf


- Nas Al Qur'an, Hadits Rasul "Barokah itu bersama ulama-ulama Khibar di kalangan kalian" barokah ilmu, barokah taani, ketenangan fatwa, kematangan fatwanya prinsip salaf dan diamalkan oleh para Sahabat, bagai mana para sahabat tidak berani berfatwa ketika di sana ada sahabat Khibar, datang masa Tabi'in tidak berani mendahului fatwa mereka beramal dengannya, oh itu di sekitar Syaikh Rabi' adalah para pendusta persis yang di ucapkan oleh Abul Hasan, sekarang muncul Muhammad Al Imam (antum masih tidur, Ulama dan diikuti oleh Asatidzah bangun sejak awal, cuman karena upaya untuk membenahi, antum belum keburu dibangunkan)


- Fatwa alim itu bukan fitnah, fatwa alim itu ilmu, tahdzir ulama itu adalah ilmu, dengan tahdzir ulama dengan izin Allah dan pertolongannya kita selamat dari bid'ah dan hizbiyyah-


- Hudzaifah ibnul Yaman bertanya kepada Rasulullah bertanya tentang kejelekan dan Rasulullah menjawabnya


- begitu pula muhadditsin "Mari kita duduk untuk sama-sama melakukan ghibah terhadap orang-orang yang lemah dalam periwayatannya, orang-orang pendusta dalam periwayatan hadits", duduk khusus, tidak ada yang menyatakan "Oo orang-orang ini sibuk dalam fitnah", tidak seperti sekarang ini


- Fatwa Syaikh Rabi', dulu Syaikh Al-AlBani, Syaikh Bin Bazz mengatakan Syaikh Rabi' adalah Imam Al-Jarh Wa Ta'dil , sekarang ketika tidak sesuai dengan hawa nafsu anda menolaknya


Wisma Sehat Malam 4



5


- Penduduk atau ulama sebuah negri itu lebih tau tentang negrinya jika dibandingkan dengan ulama luar negrinya, iya betul

- Tetapi ada kondisi ulama luar lebih tau tentang kondisi di dalam negrinya


- Contohnya Abul Hasan al-Ma'ribi (Orang mesir yang tinggal di Yaman)


- Syaikh Rabi', Syaikh Ahmad An-Najmi, Syaikh Ubaid sudah mulai melakukan pembenahan, tapi Ulama yang ada di Yaman masih adem ayem


- Sampai pada tingkatan membantah Abul Hasan, muncul syubhat "ulama Yaman lebih tau"


- Muhammad Al-Imam, Abdul Aziz Al Buro'i malah membelanya dan memuji


- Mayoritas Ulama Yaman itu umurnya lebih muda dari pada putranya Syaikh Rabi', Syaikh Rabi pun umurnya jauh di atas Syaikh Muqbil (jadi kalo mereka dikatakan anak-anaknya syaikh Rabi' itu lebih cocok)


- Syaikh Rabi' sudah memulai dakwah tahun 1957 M, di tahun itu juga dilahirkan Ali Hasan Al-Halabi dan masayaikh Yaman sebagian lainnya belum lahir, Syaikh sudah melakukan Jarh wa ta'dil dan diakui


- Sehingga tidak bisa lagi dibendung di negri yaman baru "Kita bersama Syaikh Rabi'", "Syaikh Rabi' adalah bapak kita"


- Akhirnya yang didengar adalah fatwa Syaikh Rabi' yang posisinya di luar negri Yaman
Wisma Sehat Malam 5

6


- Yahya Al-Hajury

- 1 tahun, 2 tahun , 3 tahun tidak selesai-selesai, Syaikh Rabi' sudah ambil catatan-catatan sebetulnya, Syaikh Rabi' ambil dari pengalaman sebelumnya Abul Hasan, ketika karya-karya Beliau dituduh sebagai pemecah belah, intervensi katanya


- Ujungnya kembalinya kepada Ulama Khibar yaitu Syaikh Rabi


- Sampai akhirnya kurang lebih pada tahun 2009 Syaikh Ubaid tampil mentahdzir Al-Hajury, kembali fatwa Syaikh Ubaid diposisikan sebagai fatwa pemecah belah, dituduh terburu-buru, tidak sepantasnya begitu kita yang disini lebih tau, muncul murid-muridnya Al-Imam dan Al-Buro'i yang masih kecil-kecil


- Pertemuan Masayaikh Yaman berkumpul menyikapi fitnah Al-Hajury "Kami para masayaikh tidak memulai memisahkan diri dari Syaikh Yahya, tetapi Syaikh Yahya yang mulai memisahkan diri" ngga tau apakah itu thalaq Raj'i (yang mungkin masih rujuk) ataukah sudah thalaq Ba'in, ataukah thalaq Fasakh, sampai hari ini tidak ada penjelasan dari masayaikh Yaman tentang kesesatan Al-Hajury


- Kesesatan Hajury

1. Dalam perkara Asma Wa Shifat
2. Dalam masalah Sahabat Nabi(sebagian sahabat nabi dituduh tidak mau menolong sahabat Utsman bin Affan hingga terbunuhnya Khalifah Utsman)
3. Menuduh sebagian sahabat nabi berakidah murji'ah (akidah murji'ah sudah ada di generasi awal yang kata Rasululloh sebaik-baik generasi adalah generasi awal/ sahabat)
4. Dalam beberapa perkara terkat dengan Alloh subhanahu wa ta'ala juga penyimpangan di sana terjadi
5. Butuh dauroh khusus untuk menjelaskan penyimpangan Hajury

- Fitnah hajury muncul ketika tahun 2006, detonatornya adalah sejak berdirinya pondok di Fuyyus


- Berjalan waktu sampai akhirnya keluarlah Fatwa Syaikh Rabi', muncul isu-isu syaikh Rabi' sebenarnya tidak setuju dengan fatwa Syaikh Ubaid


Wisma Sehat Malam 6



7


- Fitnah Muhammad Al-Imam

- Penandatanganan Surat Perjanjian Hidup Bersama di Atas Ukhuwah Islamiyah (dengan orang-orang Syi'ah) ini adalah kebathilan besar bagi da'wah salafiyyah

- Muncullah fatawa ulama dimulai dari Syaikh Arafat


- Tiba-tiba dikejutkan dengan khutbah Ied Muhammad Al Imam yang awalnya "Iya memang di situ ada kebathilan-kebathilan tapi syaikh al imam lebih tau tentang kondisinya", dan "Ulama Yaman (lagi-lagi)lebih tahu tentang kondisi Yaman", "Sebenarnya syaikh Muhammad Al-Imam itu terpaksa"


- Yang menyebarkan orang-orang yang tidak dikenal penulis-penulis baru tersebut seperti Nurdin, siapa itu Nurdin


- Syaikh Ali Al-Hudzaifi sudah dikenal dikalangan Masayaikh


- Dikejutkan oleh khutbah Al-Imam "Bahwa saya tidak terpaksa, betul-betul dalam keadaan sadar", muncul syubhat lagi "Iya itu memang kebathilan yang akan dijelaskan pada waktu yang tepat"


- Permasalahan di Yaman bukan hanya sekedar Watsiqoh, tapi perjalanan yang panjang


Wisma Sehat Malam 7

8


- Sekarang ditebarkan Isu Syaikh Muhammad Al-Imam ketika haji berjumpa dengan Masayaikh dan bahwasanya Syaikh Muhammad bin Hadi telah memberikan Udzur

- 4 atau 5 hari yang lalu saya di rumah  Syaikh Muhammad bin Hadi duduk dari ba'dl Ashr sampai Maghrib dengan Ustadz Qomar dan Akhuna Abdul Harits dan asisten atau yang biasa menemani Syaikh


- Ditanyakan "Syaikh disebarkan oleh murid-murid Muhammad Al-Imam bahwa antum memberikan udzur kepada Muhammad Al-Imam tentang Penandatanganan Surat Perjanjian Hidup Bersama Penuh Ukhuwah dengan Kaum Syi'ah Rafidhoh"


- Syaikh mengingkari dalam bentuk pertanyaan, "Apakah mereka yang menukil itu ikut hadir dalam majelis saya dengan Al-Imam ?"


- "Tidak syaikh"


- "Siapa yang memberi wahyu kepada mereka bahwa saya memberi udzur, sampai hari ini saya belum memberitakan kepada siapapun pembicaraan saya dengan syaikh muhammad Al-Imam"


- Mirip dan semakna dengan ini Syaikh Abdulloh Al-Bukhori kita duduk selepas shalat isya kurang lebih 1 jam 10 menit duduk dengan Syaikh, di masjid kami ber 6 bersama Syaikh kurang lebih

"Saya masih tetap pada sikap yang saya tuangkan dalam rekomendasi saya terhadap karya Syaikh Arofat dan bahwasannya saya masih tetap menuntut Muhammad Al-Imam untuk rujuk"


Wisma Sehat Malam 8



9


- Saya sebenarnya sudah berupaya untuk menasehati Mundzir

- Mundzir ini adalah FATTAN (Tidak boleh dihadiri majalis-majalisnya, jangan didengarkan kajian-kajiannya melalui media-media apapun)

- Dan orang-orang yang setipe dengannya yang masih menyebarkan syubhat-syubhatnya, ketahuilah mereka adalah FATTANUN

- Tetaplah kalian tenang dan kokoh bersama Ulama Khibar

Wisma Sehat Malam 9

10


- Dinukilkan ucapan Abdul Hadi Al Umairi, in syaa Alloh lambat laun akan terkuak siapa Abdul Hadi Al Umairi

- Pada setiap Fitnah ada Ahlul Haq ada Ahlul Bathil(kita mengetahui Ahlul Haq untuk kita bersama Ahlul Haq dan mengetahui Ahlul Bathil untuk menjauh dari Ahlul Bathil)


- Perjalanan ke Yaman di Pondok Syihr bersama Ustadz Qomar di tahun 2011 ketika disebutkan Ali Al-Halaby "Afwan Ustadz kita disini diajarkan oleh Syaikh untuk tidak mendahului Ulama, Syaikh tidak pernah berbicara tentang ini"


- Terkait dengan Ali Hasan Ulama sudah berfatwa Syaikh Ahmad An-Najmi yang sudah wafat sudah berfatwa beberapa tahun yang lalu  2007/2008 sudah berfatwa, syaikh Rabi', Syaikh Ubaid dan ulama lainnya sudah berfatwa.


- Ndak pernah dengar kondisi ahli bid'ah di zamannya, yang didenger ahlul bid'ah jaman dulu Sayyid Khutub, Hasan Al-Banna, Maududi, Usamah bin Laden, Abdurrohman Abdul Khaliq, bid'ah itu berkembang sekarang muncul orang-orang yang membela Sayyid Qutub, Hasan Al-Banna dengan membuat qaidah bid'ah yang sangat samar, kalo bukan karena Alloh kemudian jasa para ulama kita bisa larut dalam syubhat-syubhat itu dan kita bisa menjadi pembela Sayyid Qhutub yang dulu kita tau Sayyid Qutub ini adalah khowarij


- Tahun berikutnya 2012 berjumpa dengan kami di Madinah beberapa teman dari Ma'had Fuyyus, singkat cerita ingin berjumpa dengan teman-teman yang lainnya dari Yaman ingin bermajelis di majalisnya Ibrohim Ar-Ruhaili


- Kami selama ini di Fuyyus tidak tahu siapa itu Ibrohim Ar-Ruhaili


- ini sangat berbahaya di dalam perjalanan dakwah salafiyah


- Yang dilakukan oleh Syaikh Ubaid adalah perjalanan panjang


Wisma Sehat Malam 10


Tanya Jawab
1. Apakah Syaikh Rabi' menasehatkan diam dalam menghadapi fitnah ?


Wisma Sehat Malam TJ 1


2. Bagai mana dengan buku Nurdin yang membantah syaikh Ali Al-Hudzaifi ?


Wisma Sehat Malam TJ 2


3. Apakah benar Ustadz Mundzir didzolimi karena belum dinasehati oleh Asatidzah ?


Wisma Sehat Malam TJ 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar