TAHDZIR TERHADAP MUNDZIR BANDUNG & ORANG YANG BERSAMANYA

Rate this posting:
{[['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', '']]}

aim 2


TAHDZIR TERHADAP MUNDZIR BANDUNG & YANG BERSAMANYA


Oleh Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah l Sabtu, 28 Shafar 1436H / 20 Desember 2014M




  1. Apakah mundzir bandung didzolimi?

  2. Benarkah dia belum dinasehati asatidz yang lain?


Durasi 05:53 [ download ]


TRANSKRIP


Mundzir bandung dan yang bersamanya. Saya sebenarnya berusaha untuk menasehati mundzir dalam beberapa kesempatan namun gak pernah berhasil. Saya coba untuk (perintah/minta) datang ke jakarta pada waktu itu. Yah kalau saya waktu itu sehat, saya akan datang ke bandung. Ada kesempatan saya akan datang pada waktu itu. Tidak terwujud. Alasannya ini --- hari tersebut --- waktu berkunjung kepada orang tua, ini itu, ini itu.


Lha dikiranya asatidzah yang lain itu gak punya urusan juga ? Dikiranya asatidzah tidak ngurus orang tuanya atau anaknya ? Datang jauh – jauh meninggalkan pondoknya, meninggalkan anak – anak. Sama ! Tapi demi kepentingan dakwah ta’al, berupaya !Sampai tadi kita mencoba menelpon (mundzir, red) --- antum duduk di bawah, kenapa gak segera dimulai --- karena ingin mencoba. Tadi ! Ditelpon gak bisa, gak aktif. Gak tahu gak aktif apakah ditolak penelponan kita --- Alloh yang tahu ---.


Minta tolong --- iya tadi --- melalui satu ikhwan, katanya mau pergi. Sampaikan salam ustadz luqman mau bicara, dia mau pergi. Mau pergi ke mana ya akhi ?! (...)Maka melalui beberapa keterangan yang sudah sebelum – sebelumnya tentang orang ini ana nyatakan “MUNDZIR INI ADALAH FATTAN !”. Tidak boleh dihadiri majelis – majelisnya, jangan didengarkan kajian – kajian yang lalu media apa pun. FATTAN ! Baarokalloohu fiikum.Ikhwani fid diin, dan orang – orang yang setipe dengannya yang masih menyebarkan syubhat – syubhat ketahuilah mereka adalah fattan !


Apakah benar ustadz mundzir didholimi karena belum dinasehati oleh asatidzah ?


Yang saya tahu, sudah dinasehati ustadz muhammad ya ? Na’am. Kemudian saya pribadi (...) dirinya, ingin mencoba duduk dengannya. Seperti sebagiannya tadi sudah saya ceritakan. Na’am. Setidaknya dia berusaha. Kalau dia benar menyayangi dakwah --- thoyyib --- berusaha menghubungi asatidzah, temui asatidzah ! Bukan kemudian memposisikan dirinya terdholimi. Ini syubhat baru !


Baarokallohu fiikum.Ustadz Fauzan menyebutkan --- setelah berjumpa dengan mundzir --- (itu pernah ditanya ini juga), dengan tegas beliau mengatakan “SEKARANG SAYA BENAR – BENAR YAKIN BAHWA MEMANG MUNDZIR ITU MUJADDIL !”Singkat, (...) yaa ikhwan ana katakan seperti yang sudah saya sebutkan “ORANG INI ADALAH FATTAN !” Aiwa, kalau asatidznya seperti mundzir, (hadza) syuhada, (...) yang seperti ana katakan “kadzdzabun”, TINGGALKAN ! Bahwa mereka muta’ashibuun, maka laa salaam wa laa kalaam. Laa salaam wa laa kalaam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar