TAHDZIR USTADZ MUHAMMAD ASSEWED HAFIZHOHULLOH UNTUK MUNDZIR, CS BANDUNG

Rate this posting:
{[['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', ''], ['', '', '']]}


TAHDZIR USTADZ MUHAMMAD ASSEWED HAFIDZAHULLAH UNTUK MUNDZIR, CS BANDUNG (Bingkisan untuk para muqollid dan loyalis mundzir-syuhada cs)

Bagaimana menyikapi ikhwan yang masih fanatik kepada ustadz mundzir cs karena Ustadz Muhammad belum mentahdzir Ustadz mundzir ?

Oleh : Al-Ustadz Muhammad Umar Assewed hafidzahullah :

Belum mentahdzir ya ? Jadi nunggu....?

Ikhwani fid diin a‘azzakumulloh, saya mendapatkan ucapan – ucapan yang mengerikan di akhir –akhir ini.

Sampai ketika disampaikan ucapannya Ustadz Luqman kepada ustadz syuhada bandung dijawab,

”Syeikh Muqbil menasehati --- berpesan --- untuk menjauhi orang yang sudah dikatakan hizby oleh Syeikh Robi’ atau yang pernah dikatakan hizby oleh Syeikh Robi’. Lihat nanti akan terbukti di akhirnya bahwa dia adalah hizby.”

Apa maksudnya ?!

Maksudnya Syeikh Robi’ pernah mentahdzir Ustadz Luqman mengatakan hizby berarti nanti akan terbukti dia hizby begitu ?!

Ini ikhwani fid diin a‘azzakumulloh, JAAAAAHHILLLL, BODOH SEBODOH BODOHNYA !!

KENAPA ? KARENA ITU UCAPAN – UCAPAN YANG SYEIKH ROBI’ SENDIRI SUDAH MENCABUTNYA !


Dan Ustadz Luqman ketika dikatakan ‘ain “aku melihat ada pandangan hizby dalam matamu”, ITU ADALAH KETIKA MENYAMPAIKAN PERTANYAAN PESANAN DARI PANGLIMA LASKAR JIHAD.

MAKANYA DIA (USTADZ LUQMAN, red) KECEWA BERAT DENGAN PANGLIMA LASKAR JIHAD ! KARENA DIA YANG MENJADI TERUSAK NAMANYA KARENA DISURUH UNTUK NANYA. COBA NANYA BEGINI, COBA NANYA BEGITU...

Ikhwani fid diin a‘azzakumulloh, di samping itu kalau Syeikh Robi’ sudah menyatakan sekarang bahwa beliau adalah “salafy, ahlussunnah” dan mendapatkan tazkiyah dari masyayikh. Terus yang dipakai yang “pernah” (dikatakan “aku melihat ada pandangan hizby dalam matamu”, red) begitu ?!

BERARTI DIA JAHIL TENTANG NASIKH WA MANSUKH ! GAK NGERTI NASIKH DAN MANSUKH !

_____________ Demikian pula MUNDZIR --- ketika dia berbicara tentang al imam, membela – belanya habis – habisan --- dan menyatakan belum dinasehati padahal kita sudah berbicara... di markasnya dia !!

Ikhwani fid diin ‘azakumulloh, allohu yahdih..allohu yahdih

KALAU DIA INGAT, DIA PASTI PAHAM BAHWA SAYA SUDAH PERNAH MENASEHATINYA ! SUDAH PERNAH MENYAMPAIKAN KISAH, BERBAGAI MACAM BERITA – BERITA DARI PARA MASYAYIKH TENTANG AL IMAM !

Apa yang kita bicarakan --- baarokallohu fiikum --- tentang hizbiyyun, tentang ikhwanul muslimin yang paling parahnya dari hizbiyyin, apa saja.. sebutkan kejelekan ikhwanul muslimin ! Apa kira – kira ?

Ketika kita membantah ikhwanul muslimin dan hizbiyyin yang bersama mereka, dan kemudian sururiyyin, dan kemudian mutamayyi’in, apa yang kita kritik mereka dengan keras apa ? Hah ? SEMUANYA ADA PADA AL IMAM !

1⃣Satu --- na’am --- Menyatakan mereka ikhwanuna, qur`an kita sama. Ikhwanul muslimin seperti itu ! Persis ! Laa syarkiyah, laa ghorbiyyah, laa sunniy, wa laa syi’ah, islamiyyah islamiyyah, na’am.

AL IMAM MENYATAKAN DENGAN KALIMAT YANG PERSIS SAMA --- bahwa mereka saudara kita, qur`an kita sama, nabi kita sama --- !

Thoyyib, kedua, apa lagi ?! Mereka gembar-gemborkan tentang fiqhul waqi’. Bahwa kita lebih tahu fiqhul waqi’, (sedangkan, red) para ulama gak ngerti fiqhul waqi’. (Demikian pula, red) AL IMAM DAN YANG BERSAMANYA SAMA PERSIS MENYATAKAN BEGITU! PERSIS ! (Ucapan Al imam, red)

“Ini adalah perkata politik.. negeri Yaman. Ada perkara yang mereka tidak tahu.” --- Siapa maksudnya “mereka” ? (Maksudnya “mereka” adalah, red) MASYAYIKH KIBAR ! ---

(Lanjutan ucapan al imam, red) “Yang mereka tidak tahu ! Ada sirr --- khofiy --- yang mereka tidak mengetahuinya ! Sedangkan kita di sini mengetahuinya !”

Sama, dengan ucapan ikhwanul muslimin dengan tsaqofah-nya, sama dengan ucapan sururiyyin dengan fiqhul waqi’-nya, sama dengan ucapan Abdurrahman abdul kholiq dengan shifatul ‘ashr-nya, dan sama dengan ucapan hajury dengan kalimat :

أهل مكة أدرى بشعبها

"bahwa penduduk mekkah lebih tahu tentang gang – gangnya”, artinya “kami lebih tahu dari kalian wahai masyayikh”. Masya Alloh..

Thoyyib, kalau engkau tahu --- wahai al imam, wahai ikhwanul muslimin, wahai sururiyyin --- sampaikan pada masyayikh. “Yaa syeikh, kejadiannya begini lho. Engkau yang tidak tahu, ta’kasih tahu. Begini lho (waqi’-nya, red). Bagaimana pendapatmu ?” Khan bisa ! Sudah dikasih tahu apa belum ?!

Sudah ! Sudah nyampai ke sana --- ke masyayikh kibar --- sudah disampaikan. Tapi masyayikh menyatakan, “perbaiki apa yang telah kalian rusak !”, itu jawabannya. PERBAIKI APA YANG TELAH KALIAN RUSAK !

Ikhwani fid diin a‘azzakumulloh, tetapi subhanalloh, TA’ASHUB ! --- TA’ASHUB --- INI YANG MENUTUP MATA MEREKA ! KENAPA NUNGGU USTADZ FULAN WA USTADZ FULAN ? YANG PENTING BUKTI SUDAH ADA, PEGANG KUAT – KUAT !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar