Perbedaan Mani Laki-laki dan Wanita

Perbedaan Mani Laki-laki dan Wanita

Home » Asy Syariah Edisi 007 » Perbedaan Mani Laki-laki dan Wanita

Apakah wanita juga keluar mani sebagaimana halnya laki-laki? Bila ya, bagaimana ciri-cirinya? Dan apa yang harus dilakukan?

(Ummu Fulan di Bumi Allah)


Jawab :
Wanita juga keluar mani sebagaimana laki-laki. Dengan mani itu, muncul sifat identik sang anak, apakah memiliki kemiripan dengan ayah atau dengan ibunya. Ketika ditanyakan hal ini kepada Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam, beliau berkata:


“Iya, darimana adanya persamaan anak (dengan ayah atau ibunya kalaupun bukan  karena mani tersebut)?” (Shahih, HR. Muslim no. 310)


Namun mani wanita berbeda dengan laki-laki, seperti yang disabdakan Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam:


Mandi yang Syar’i

Mandi yang Syar’i

Mandi yang Syar’i



(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari)


Dalam Islam, dikenal beberapa aktivitas mandi yang merupakan bagian dari syariat. Sebagian besarnya bahkan diwajibkan. Apa saja itu? Telah disebutkan pada edisi-edisi sebelumnya bahwa bertemunya dua khitan dan keluarnya mani merupakan dua faktor yang mewajibkan mandi. Dalam hal ini tidak dibedakan antara laki-laki ataupun perempuan. Ada pula dua sebab lain yang mewajibkan mandi namun hanya khusus bagi wanita dan tidak terjadi pada lelaki yaitu: Pertama: berhentinya darah haid. Kedua: berhentinya darah nifas.
Kabar WA

Kabar WA



Kedudukan asy Syaikh al ‘Allamah Rabi’ bin Hadi al Madkhali hafizhahullah di sisi asy Syaikh al ‘Allamah Muqbil bin Hadi al Wadi’i rahimahullah






Faidah dari ustadz Ruwaifi Jember :


Dewasa ini banyak pihak yang mengaku berada di atas manhaj salaf berupaya menebar keraguan/ mementahkan/menolak fatwa dan vonis asy Syaikh al Allamah Rabi’ hafizhahullah thd pribadi atau kelompok tertentu. Berbagai alasan (syubhat) mereka rajut siang dan malam untuk meloloskan misi gelap tersebut.

Maka dari itu simaklah nasehat dan bimbingan mujaddid negeri Yaman asy Syaikh al ‘Allamah Muqbil bin Hadi al Wadi’i berikut ini:


مِنْ أبصر الناس بالجماعات وبدخن الجماعات في هذا العصر الأخ الشيخ ربيع بن هادي -حفظه الله-، مَن قال له ربيع بن هادي إنه حزبي فسينكشف لكم بعد أيام إنه حزبي، ستذكرون ذلك، فقط الشخص يكون في بدء أمره متستراً ما يحب أن ينكشف أمره لكن إذا قوي وأصبح له أتباع، ولايضره الكلام فيه أظهر ما عنده، فأنا أنصح بقراءة كتبه و الاستفادة منها -حفظه الله تعالى-


“Di antara orang (ulama’) yang paling mengetahui tentang kelompok-kelompok dakwah dan kelemahan-kelemahannya di masa ini adalah al-akh asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi hafizhahullah. Barangsiapa dikatakan kepadanya oleh (asy-Syaikh) Rabi’ bin Hadi bahwa dia seorang hizbi, maka suatu saat akan terbongkar bagi kalian, bahwa dia hizbi. Kalian akan melihat itu. Pada awalnya dia menyembunyikan diri, tidak ingin ketahuan orang. Namun ketika sudah merasa kuat, mempunyai banyak pengikut, dan merasa tidak tergoyahkan oleh kritikan yang ditujukan kepadanya, saat itulah dia akan menampakkan apa yang ada pada dirinya. Maka aku menasehatkan agar membaca karya-karya tulis beliau dan mengambil faedah darinya -semoga Allah Ta’ala menjaga beliau-.”


✒ ✏Dari nasehat dan bimbingan asy-Syaikh al-‘Allamah al-Muhaddits Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah di atas dapat diambil beberapa kesimpulan, antara lain;


Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi hafizhahullah termasuk ulama’ yang paling mengetahui tentang kelompok-kelompok dakwah dan kelemahan-kelemahannya di masa ini. Sehingga perkataan beliau dalam masalah ini tidak asal-asalan, serampangan, atau membabi buta. Bahkan berdasarkan ilmu, ketajaman berpikir, dan pengalaman yang beliau miliki.


Ketika asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi hafizhahullah menjatuhkan vonis hizbi (tahdzir) kepada seseorang maka vonis tersebut tepat, karena beliau termasuk ulama’ yang berilmu dan berpengalaman dalam masalah ini.


Untuk menguatkan kesimpulan di atas asy-Syaikh Muqbil berkata, ‘’Kalian akan melihat itu.”


Manakala dikhawatirkan ada orang yang mengingkari vonis hizbi (tahdzir) yang dijatuhkan oleh asy-Syaikh Rabi’ dengan alasan tidak mendapati sesuatu yang ditahdzirkan pada orang tersebut, maka beliau menjelaskan, ‘’Pada awalnya dia menyembunyikan diri, tidak ingin ketahuan orang. Namun ketika sudah merasa kuat, mempunyai banyak pengikut, dan merasa tidak tergoyahkan oleh kritikan yang ditujukan kepadanya, saat itulah dia akan menampakkan apa yang ada pada dirinya.”


Karena pentingnya hal ini, maka di akhir pembicaraannya asy-Syaikh Muqbil rahimahullah menasehatkan agar membaca karya-karya tulis asy Syaikh Rabi’ dan mengambil faedah darinya. Wallahu a’lam


Faedah dari al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc


WA Miratsul Anbiya Indonesia 1


http://salafy.or.id/blog/2014/06/16/kedudukan-asy-syaikh-al-allamah-rabi-bin-hadi-al-madkhali-hafizhahullah-di-sisi-asy-syaikh-al-allamah-muqbil-bin-hadi-al-wadii-rahimahullah/




Puasa Syawal, Ibadah Penyempurna Ramadhan

Puasa Syawal, Ibadah Penyempurna Ramadhan

Di saat bulan Ramadhan telah usai, ada sebuah harapan yang tentu menjadi keinginan setiap hamba yang telah menjalani bulan ramadhan dengan penuh kesungguhan dalam beribadah, yaitu mendapatkan maghfirah dari Allah -Azza Wajalla- , sehingga  terbebas dari segala dosa yang pernah ia lakukan, baik dosa kecil maupun dosa besar yaitu mendapatkan maghfirah dari Allah -Azza Wajalla- , sehingga  terbebas dari segala dosa yang pernah ia lakukan, baik dosa kecil maupun dosa besar.
Meja Redaksi

Meja Redaksi

بسم الله الرحمن الرحيم


Segala puji hanyalah milik Allah Tabaraka wata’ala, tentu berlaku bagi seluruh makhlukNya yang selalu tunduk dan mengabdi untukNya, dan hanya bagi Allah Subhanahu wata’ala sajalah sembahan yang haq bagi manusia dan jin yang beriman bersama keimanan yang kokoh. Maka allah adalah pemilik kekuasaan yang mutlak! Tidak ada yang menandingiNya. Tidak selayaknya manusia ada yang menyekutukanNya. Baik yang di langit dari bangsa malaikat pun juga yang di bumi dari kalangan manusia dan jin. Semuanya mesti melazimi ketaatan dan ketulusan dalam beribadah kepadaNya.


Tidak lupa, sholawat serta salam hendaknya tiada henti-hentinya kita sanjungkan kepada Nabi kita Rasulullah Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam dan kepada keluarganya, shahabat-shabatnya, tabi’in, tabiut tabi’in, para ulama yang terdahulu hingga hari ini bersama orang-orang terdahulu yang telah beriman, semoga Allah memberikan rahmatNya yang luas bagi mereka hingga hari kebangkitan kelak. Amin…


Setiap kita akan menapaki jalan hidup yang berbeda-beda, berliku-liku, naik dan turun, bahkan terkadang harus mendaki dan terjal, atau tiba-tiba meluncur dari posisi terbaik ke dalam alam bawah sadar yang tak seorang pun mengerti, dan memilukannya. Mengapa harus terjadi? Dan semua itu telah Allah tetapkan takdirnya bagi seluruh hamba-hambaNya yang beriman akan hari kebangkitan. Tentu sebagai ujian di dunia dengan harapan ia kembali kepada Allah kelak dalam status aman dari fitnah dunia dan fitnah akhirat, ringan dalam perjalanannya menuju rahmatNya, Insya Allah.


Kekuasaan Allah tidak terbatas, Dia adalah Ar Rab yang menciptakan langit dan bumi dengan seluruh isi dan ornamen kehidupan di alam nyata yang nampak dan dapat kita rasakan dengan panca indera kita. Oleh karenanya, tidak lah menjadi suatu yang istimewa ketika seseorang menyatakan bahwa, pasang surut keimanan seseorang pun telah Allah tetapkan, ujian dan cobaan senantiasa menyertai setiap langkah kaki dan geliat tubuhnya, akan merasakan sakit dan derita, susah dan senang, bahagia atau duka lara, tentunya tidak terkecuali bayi yang masih mendekam di dalam rahim ibunya pun tidak lepas dari untaian catatan Al Qalam ---sebagai penulis takdir seluruh makhlukNya--- hingga ia dilahirkan ke dunia ini. “Karena keadaan iman setiap orang adalah bertambah dan berkurang, selalu begitu, bertambah dengan sebab keta’atan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan”.


Saudaraku seiman dan seislam, ahlus sunnah waljama’ah, salafiyiin dimana pun kalian berada. Menjadi sangat lumrah dan wajar ketika perjalanan dakwah salafiyah di bumi Indonesia ini tertantang oleh berbagai rintangan-rintangan yang mengakar dan mendasar. Dominasi pemuja hawa nafsu para dai-dai penabur subhat dan syahwat telah mengaburkan arah dan misi dakwah secara keseluruhan menjadi runyam. Ada saatnya semua subhat-subhat dakwah itu harus dikikis untuk pemurnian dakwah tauhid di negeri kita ini. Dan tentunya, itu tetap menjadi kewajiban kita sebagai pengemban dakwah tauhid. Untuk tetap mengurai kerumitan subhat menjadi terang benderang seperti siang terhadap malam. Jelas dan lugas tanpa dinding penghalang dan tabir yang menutupi wajah kesesatanya.


Hadir mulai hari ini dan untuk seterusnya insya Allah www.salafybandung.com. Media yang parkir di dunia maya itu, akan ikut mengisi lembaran sejarah kita dalam dakwah tauhid di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Nuansa manhajiyah akan senantiasa menjadi urusan paling prioritas dalam artikel-artikelnya. Tak perlu kita ragukan profile para penulisnya insya Allah. Selamat menikmati sajian www.salafybandung.com.


www.salafybandung.com lahir dari rahim perjalanan safar antara Indramayu - Bandung, dalam perjalanan darat yang penuh fawaid dari ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary bersama rekan-rekan penumpang city car 'Agya' menelusuri jalur Cikampek menuju ke arah subang di senja hari sabtu itu. Dan yang pasti sebelum kami meninggalkan markas dakwah Indramayu, sajian kopi tiga benua telah menutup majelis kohwa di rumah ustadz Abu Ishaq Muslim Al Atsary di Indramayu, ternyata mampu memompa dan membangkitkan bulir kecil sebesar atom di dalam akal yang sehat, untuk terus berjuang dan istiqomah di atas manhaj salaf. Jazaahumullahukhaira jazaa...


Sebagai hal yang tidak boleh kita lupakan, kami mengucapkan jazaakumullahukhairo kepada ustadz Abu Hamzah Yusuf dan ustadz Abu Ishaq Muslim serta ikhwana yang telah mendukung lahirnya media www.salafybandung.com Baarakallahufiikum


Redaksi