Pembagian najis dan contohnya


Pada artikel ini kita akan membahas pembagian najis.

Najis, ditinjau dari sebab kenajisannya terbagi menjadi dua:
  1. Hukmiyyah (berdasarkan hukum) حُكميَّة
  2. 'Ainiyah (berdasarkan dzat) عينيَّة
Najis Hukmiyyah adalah najis yang menimpa pada benda suci kemudian membuat benda suci tersebut menjadi najis. Contohnya seperti pakaian yang terciprat air kencing.

Adapun Najis ‘Ainiyah adalah najis disebabkan dzatnya sehingga tidak mungkin bisa disucikan walaupun dicuci dengan air samudra. Contohnya: babi dan anjing.

Adapun pembagian najis dari sisi ringan dan beratnya terbagi menjadi 3:
  1. Najis Mughalladzah (berat) مغلَّظة
  2. Najis Mutawassithah (sedang) متوسِّطة
  3. Najis Mukhaffafah (ringan) مُخفَّفة
Demikian pembagian najis yang bisa kami sajikan pada artikel ini. Semoga Allah mudahkan untuk melanjutkan pembahasan tatacara membersihkan dari masing-masing najis di atas.

Disadur dari:

Kitab As Syarhul Mumti' Karya Al Utsaimin Jilid 1 hal. 414

INFORMASI KAJIAN RUTIN DI WILAYAH CIMAUNG, BANDUNG SELATAN

 


INFORMASI KAJIAN RUTIN DI WILAYAH MANGLAYANG, CILEUNYI, BANDUNG



Makna thaharah dalam islam secara hissiyah


Ulama menjelaskan makna thaharah 
hissiyah adalah mengangkat hadats dan menghilangkan khabats (najis).

Sebelum membahas bagaimana cara mengangkat hadats kita harus paham terlebih dahulu apa itu hadats?

والحَدَثُ: وصفٌ قائمٌ بالبدن يمنع من الصَّلاة ونحوها مما تُشْتَرَطُ له الطَّهارةُ.

"Secara umum hadats adalah sifat yang terdapat pada badan yang dapat mencegah dari shalat dan ibadah lainnya yang mempersyaratkan bersuci terlebih dahulu."

Hadats terbagi menjadi dua:

1. Hadats Ashgar (kecil)

Hadats ashgar adalah sifat yang terdapat pada anggota wudhu yang dapat mencegah dari shalat. Hadats ini bisa disucikan dengan wudhu.

Contoh penyebab hadats kecil adalah BAK dan BAB

2. Hadats Akbar (besar)

Hadats akbar adalah sifat yang terdapat pada seluruh badan yang dapat mencegah dari shalat. Hadats ini bisa disucikan dengan mandi, menyiramkan air pada seluruh anggota badan.

Contoh penyebab hadats besar adalah jimak dan mimpi basah.

Kesimpulannya cara membersihkan hadats ada dua, yaitu dengan wudhu dan mandi. Hadats kecil cukup dengan wudhu. Adapun hadats besar harus dengan mandi.

Sehingga dari makna thaharah hissiyah tersisa pembahasan menghilangkan khabats.

Berikut ini penjelasan tentang makna Khabats dan cara menghilangkan Khabats.

Asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan makna Khabats adalah benda najis (النجاسة).

والنجاسة: كل عين يحرم تناولها؛ لا لحرمتها؛ ولا لاستقذارها؛ ولا لضرر ببدن أو عقل.

"Benda najis adalah seluruh benda yang haram disentuh, bukan karena haram dimakan atau karena menjijikan dan bukan pula karena dapat menimbulkan madharat pada badan dan akal (tapi karena syariat menjadikannya benda najis)."
  • Terbukti, ada benda haram dimakan tapi tidak najis seperti racun. Ada juga benda kotor tapi tidak najis seperti contohnya kotoran unggas.
  • Makna mudahnya Khabats adalah semua benda yang diwajibkan bersuci darinya. Sehingga makna menghilangkan khabats adalah bersuci dari benda najis.
  • Adapun cara menghilangkan khabats atau najis sangat beragam caranya. Secara umum najis bisa hilang dengan air dan tanah.
Semoga bermanfaat.

Disadur dari:
Kitab As Syarhul Mumti' Karya Al Utsaimin Jilid 1 hal. 26-27

Definisi thaharah menurut bahasa dan istilah


Thaharah diartikan dalam bahasa kita dengan bersuci. Kata thaharah dalam bahasa Arab bermakna النظافة (An Nadzofah) yaitu 
bersih.

Adapun makna thaharah dalam istilah syar'i memiliki 2 makna:

Pertama, makna asal yaitu,

طهارة القلب من الشِّرك في عبادة الله، والغِلِّ والبغضاء لعباد الله المؤمنين

"Membersihkan hati dari kesyirikan dalam beribadah kepada Allah. Membersihkan dendam dan benci terhadap hamba-hamba Allah dari kalangan Mukminin."

Thaharah dengan definisi ini lebih penting dari thaharah dengan definisi yang kedua, bahkan tidak mungkin tegak thaharah badan dengan tetap adanya najisnya syirik.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ﴾ [التوبة ٢٨].

"Sesungguhnya orang-orang Musyrik itu najis." (Q.S. At-Taubah: 28)

Berkata As Sa'di : "yaitu buruknya akidah dan amalan-amalan mereka."

Nabi ﷺ bersabda :

«إنَّ المُؤْمِنَ لاَ يَنْجُسُ»

"Sesungguhnya seorang mukmin itu tidak najis." (H.R Bukhori dan Muslim)

Kedua, makna cabang, yaitu:


الطَّهارة الحسِّيَّةُ

Thaharah (kebersihan) hissiyyah¹

Thaharah dengan definisi kedua inilah yang akan dibahas pada materi fikih.

____________________
¹ Thaharah hissiyyah adalah mengangkat hadats dan menghilangkan najis.

Disadur dari:
Kitab As Syarhul Mumti' 1/26 Karya Syaikh Al Utsaimin.