Biografi Asy-Syaikh Badr bin Muhammad al-Badr al-‘Anazi hafizhahullah

Biografi Asy-Syaikh Badr bin Muhammad al-Badr al-‘Anazi hafizhahullah

Beliau adalah Badr bin Muhammad alu al-Badr al-‘Anazi hafizhahullah.

Beliau menghafalkan al-Qur`an kepada gurunya, asy-Syaikh Shobri ‘Allam al-Mishri dan mendapatkan ijazah (izin meriwayatkan) bacaan dengan riwayat Hafsh dari ‘Ashim. Dari gurunya ini beliau juga mempelajari ilmu tajwid dan mendapatkan ijazah menyampaikan ilmu tajwid dari kitab Jazariyah dan Tuhfatul Athfaal.

Beliau mempelajari ilmu Mushthalah Hadits dari beberapa ‘ulama terkenal, di antaranya asy-Syaikh Tsana`ullah bin ‘Isa Khan al-Madani, yang ketika itu sebagai mufti Lahor Pakistan. Dari asy-Syaikh Tsana`ullah ini beliau mendapat ijazah meriwayat dan mengajarkan beberapa kitab induk hadits yang cukup banyak.

Beliau juga banyak belajar kepada asy-Syaikh Shalih al-Luhaidan, asy-Syaikh Shalih al-Fauzan, dan asy-Syaikh Shalih bin Sa’d as-Suhaimi yang padanya beliau mempelajari kitab-kitab karya Syaikhul Islam Muhammad bin ‘Abdil Wahhab.

Sekarang asy-Syaikh Badr al-Badr menjabat sebagai Kepala Bidang Dakwah dan Irsyad di kota al-Khofc (perbatasan Saudi Arabia dengan Kuwait). Juga sebagai anggota di Lajnah Muraqabatul Qurra’ (Badan Pengawas Para Qori’), pernah sebagai pengajar di Yayasan al-Ishlahiyyah Kuwait, yang berada di bawah pengawasan Kementrian Dalam Negeri dan Wakaf negeri Kuwait.

~~~~~~~~~~~~~~
Tazkiyah asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
“Asy-Syaikh Badr al-Badr di antara ikhwah dan masyaikh terbaik yang kita kenal di Kuwait. Beliau termasuk di antara masyaikh senior yang memiliki perhatian besar terhadap tahqiq dan takhrij. Beliau adalah di antara ikhwah terbaik yang kita kenal. Semoga Allah memberikan kepada kita dan kepadanya taufiq.” [1]






Biografi Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi azh-Zhafiri hafizhahullah

Biografi Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi azh-Zhafiri hafizhahullah

Nama beliau tidak asing lagi bagi para pemerhati Daurah Nasional Masyaikh yang berlangsung di Masjid Manunggal Bantul Yogjakarta setiap tahunnya ini. Terlebih lagi, bagi kalangan Salafiyyin di Nusantara ini, beliau benar-benar akrab bagi mereka. Karena memang beliau senantiasa aktif dan rutin datang ke Indonesia dalam momen Daurah Nasional yang merupakan daurah Ahlus Sunnah terbesar di Indonesia, yang kini diberi nama Daurah “asy-Syari’ah”, dan telah memasuki tahun ke-11. Sejak tahun 2006 M, asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri hampir tidak pernah ‘absen’.


Biografi Asy-Syaikh Usamah bin Sa’ud al-‘Amri hafizhahullah

Biografi Asy-Syaikh Usamah bin Sa’ud al-‘Amri hafizhahullah

Beliau adalah Ketua Bagian at-Taujih wa al-Irsyad Hai’ah Amar Ma’ruf Nahi Munkar Cabang Jeddah.
Alumnus Fakultas Syari’ah Universitas Madinah Saudi ‘Arabia.

Belajar dan Berguru kepada :

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
Asy-Syaikh Muhammad Aman al-Jami rahimahullah
Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullah
Asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah
Dan para ‘ulama mulia dan utama lainnya.

Beliau aktif sebagai pemateri di daurah-daurah Salafiyyah. Seperti Daurah “Amirul Mukminin Mu’awiyah bin Abi Sufyan” ke-14 di Hafrul Bathin Sya’ban 1435 H, dan Daurah Raihaniyyah di Turki ke-2 Sya’ban 1435.

Beliau juga sebagai musyrif (admin) situs besar “al-Waraqat as-Salafiyyah” (http://alwaraqat.net). Situs ini juga memiliki andil besar dalam menegakkan bendera Salafiyyah di tataran Internasional, di samping juga turut andil meruntuhkan syubhat-syubhat ahlul bid’ah.

Asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri hafizhahullah mengatakan, bahwa asy-Syaikh Usamah al-‘Amri termasuk di antara para murid beliau yang bersemangat dalam ilmu dan menyebarkan Sunnah, serta membela Sunnah tersebut dan para pengusungnya.

Di antara durus beliau yang sangat bagus adalah Syarh terhadap kitab yang sangat bagus “Marhaban Ya Thalibal Ilmi”, karya al-‘Allamah Rabi al-Madkhali hafizhahullah.

Download Muhadhoroh Bandung "RADIKALISME DALAM PANDANGAN ISLAM"

Download Muhadhoroh Bandung "RADIKALISME DALAM PANDANGAN ISLAM"


بسم الله الرحمن الرحيم

Download Versi Jernih



Download Versi Hemat



dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فيه عِلْمًا سَهَّلَ الله له بِهِ طَرِيقًا إلى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah menudahkan baginya jalan menuju surga.”(HR.Muslim:2699)

Dengan mengharap ridho dan taufiq Alloh Subhanahu wa ta’ala, in syaa Alloh hadir kembali:

"Muhadhoroh Islam Ilmiyah"

Tema:


"RADIKALISME DALAM PANDANGAN ISLAM"


Pemateri:
Al-Ustadz Usamah Faishal Mahri, Lc hafizhohulloh

Waktu:
Sabtu, 27 Rajab 1436 hijriyah/16 My 15
13:00 s/d 17:00 WIB

Tempat:
Masjid Agung Cimahi Bandung(Samping Alun-Alun Kota Cimahi)

Terbuka Untuk:
Umum Muslim & Muslimah

Informasi:
085721054784
085221101378
08562908112

Penyelenggara:
Majelis Ta’lim As Salafy Cimahi

———————————————————————————————————

Disiarkan Live:
Radio Salafy Bandung Streaming
Url: http://centauri.shoutca.st:8827/

Radio Manhajul Anbiya Streaming
Url: http://rda.onlivestreaming.net:8787/

Support Aplikasi Android RII(Radio Islam Indonesia):


Support Aplikasi Android RASYID(Radio Salafy Indonesia):
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radiorasyid.app

Informasi ini disebarluaskan melalui:
 http://salafybandung.com/

Mari kita ajak serta Keluarga, Sahabat dan Tetangga ..

Semoga bermanfaat

Baarokallohufiikum
ISIS, Al-Qaedah, dan Berbagai Aliran Khawarij Lainnya Bahaya Latenterhadap ISLAM dan UMAT ISLAM

ISIS, Al-Qaedah, dan Berbagai Aliran Khawarij Lainnya Bahaya Latenterhadap ISLAM dan UMAT ISLAM

Oleh: Al-Ustadz Abu Amr Alfian hafidzahullah

Baru-baru ini, orang-orang  Khawarij (baca: teroris) di Iraq, membuat “kejutan” baru lagi, dengan mendeklarasikan apa yang mereka sebut dengan “Khilafah Islamiyyah” sebagai ganti dari ad-Daulah al-Islamiyyah fi al-Iraq wa asy-Syam (DAIS) atau Islamic State in Iraq and Syam (ISIS). “Khilafah Islamiyyah” merupakan sebuah nama yang benar-benar mengundang simpati kaum muslimin secara luas. Membuat banyak pihak terkecoh dan terpesona, bahkan tertipu dengannya. Sehingga tidak jarang dari mereka (kaum muslimin) yang turut mengelu-elukan, dan menganggap bahwa “asy-Syaikh Abu Bakar al-Baghdadi al-Husaini” yang dibai’at dan dinobatkan sebagai khalifah tersebut, benar-benar sebagai seorang Khalifah Islam. Tanpa meneliti lebih jauh apa hakekat sebenarnya “Daulah Islamiyyah” atau pun “Khilafah Islamiyyah” itu, yang didirikan tidak lain oleh orang-orang khawarij.

          Deklarasi heboh, dengan tampilan nama baru “Khilafah Islamiyyah” sebenarnya tidak mengubah hakekat DAIS atau ISIS tersebut. Tetaplah mereka sebagai salah satu kelompok yang berpaham Khawarij dan radikal. Belum apa-apa,  sudah ada pernyataan dari pihak ISIS, bahwa mereka bersumpah akan menghancurkan Ka’bah jika berhasil menguasai Arab Saudi!! Mereka menyatakan Ka’bah menyebabkan seseorang “menyembah batu selain Allah”. Lahaula wala Quwwata illa billah!

Sebenarnya orang-orang khawarij yang selama ini menyerukan “jihad” di Iraq dan di Syam itu terpecah belah dalam banyak kelompok/partai/pergerakan, dan terjadi persaingan antar mereka. Tentu saja kita tahu, siapa dan bagaimana sepak terjang Khawarij selama ini. Iya, tidak lain mereka adalah kelompok-kelompok teroris, yang selama ini banyak merugikan dan memberikan citra yang buruk terhadap Islam dan kaum muslimin, akibat berbagai tindakan dan aksi mereka yang ternyata tidak selaras dengan Syari’at Islam. Jadi, sebenarnya kelompok Khawarij –dengan berbagai macam pecahan dan variasinya– adalah kelompok sempalan dan sesat dari Islam. Satu sama lain tidak pernah akur, bahkan saling menjatuhkan. Maka jangan heran kalau al-Qaedah misalnya, tidak setuju dengan ISIS. Padahal sebenarnya dari sisi paham dan ideologi mereka sama dan se-ide.

          Sementara itu, di sisi lain, kalangan Islamphobia, baik dari kalangan Islam Liberal, Sekuler, atau pun lainnya, menunjukkan sikap anti dan kebenciannya dengan “Daulah Islamiyyah” yang baru diproklamirkan tersebut. Momen ini benar-benar mereka jadikan kesempatan untuk menghantam kaum muslimin dan menjatuhkan nama baik Islam.

          Alhamdulillah, Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah pihak yang paling tenang dalam menghadapi berbagai fitnah dan kemelut yang terjadi. Mereka tidak gampang tertipu dan “terseret arus”. Karena Ahlus Sunnah memiliki pedoman yang jelas dalam menyikapi berbagai persoalan, termasuk persoalan-persoalan kontemporer kekinian. Para Ulama Ahlus Sunnah senantiasa tegar tampil dalam tataran International, memberikan bimbingan kepada kaum muslimin.

Kemunculan ISIS hanyalah barang lama dalam kemasan baru

          Sebelum populernya nama ISIS, lebih dahulu kita mendengar nama jaringan “al-Qaedah” pimpinan Usamah bin Laden, yang kemudian dilanjutkan oleh Aiman azh-Zhawahiri. Juga gerakan “Jabhatun Nushrah” (Front Pembelaan), dan berbagai gerakan lainnya yang sebenarnya mereka sama, yakni sama-sama berideologi dan berprinsip dengan prinsip Khawarij.

          Di antara berbagai gerakan radikal yang mempunyai pemikiran Khawarij tersebut pada masa ini adalah kelompok “Ikhwanul Muslimin” (IM). Hal ini bisa dilihat dari sebagian karya para tokohnya. Seperti Sayyid Quthub sebagaimana tertuang dalam  sebagian karyanya menvonis masyarakat muslim telah menjadi masyarakat jahiliyyah (maksudnya adalah kafir).

          Oleh karena itu kaum khawarij berangkat dari pemikiran tersebut tidak segan-segan untuk menumpahkan darah masyarakat muslim tersebut karena dianggap telah murtad atau kafir.

          Memang dalam sejarah perkembangannya, perjalanan kelompok IM ini diwarnai dengan berbagai aksi teror dan peristiwa-peristiwa berdarah, dalam upaya mereka mewujudkan tujuan utamanya, yaitu mendirikan apa yang mereka namakan sebagai “Daulah Islamiyyah” atau “Khilafah Islamiyyah“.

Mengenal Hakekat ISIS

          Dari penjelasan singkat di atas, tahulah kita bahwa ISIS mengadopsi pemikiran dari sebagian tokoh Ikhwanul Muslimin. Apabila kita tarik ke belakang lebih jauh lagi, induk pemikirannya adalah kelompok sempalan Khawarij yang tumbuh berkembang di masa khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

          Maka untuk mengenal hakekat ISIS adalah dengan mengenal aqidah dan sifat-sifat kelompok Khawarij. Apabila kita memahami hakekat kelompok Khawarij, maka ini tidak hanya berkaitan dengan ISIS saja, namun juga berkaitan dengan al-Qaedah, Ikhwanul Muslimin, dan berbagai gerakan radikal Khawarij lainnya, baik yang di luar Indonesia, maupun yang di dalam negeri Indonesia yang memiliki sepak terjang dan dasar pemikiran yang sama.

          Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan peringatan keras terhadap kelompok sesat Khawarij ini, diiringi dengan penyebutan sifat-sifat mereka. Di antaranya,

1. Mereka adalah Orang-Orang Sangat Rajin dan Serius Beribadah

يَحْقِرُ أَحَدُكُمْ صَلاَتَهُ مَعَ صَلاَتِهِمْ َوصِيَامَهُ مَعَ صِيَامِهِمْ يَقْرَؤُوْنَ القُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ

“… salah satu di antara kalian pasti akan menganggap rendah shalatnya dibandingkan shalat mereka, serta shaumnya dibandingkan shaum mereka.” (HR. al-Bukhari 6933,Muslim 1064).

          Oleh karena itu, jangan tertipu dengan penampilan mereka sebagai orang yang giat dan rajin beribadah. Karena ternyata mereka di atas kesesatan, sehingga berbagai ibadah yang mereka lakukan itu tiada bernilai sama sekali. Tentunya, tidaklah setiap orang yang rajin dan serius beribadah itu khawarij.

          Suatu ketika pernah disebut-sebut tentang Khawarij dan keseriusan mereka dalam beribadah dan dalam melaksanakan shalat di hadapan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, maka beliau berkomentar, “Orang-orang Khawarij itu tidaklah lebih serius ibadahnya dibandingkan Yahudi dan Nashara. Namun toh demikian ternyata mereka di atas kesesatan.” (diriwayatkan oleh al-Aajurry dalam kitab asy-Syari’ah)

2. Orang-orang yang Tidak Memahami al-Qur`an dengan Baik dan Benar

        Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallambersabda yang artinya,

“Akan ada di tengah-tengah umatku perselisihan dan perpecahan. (Yakni akan ada) sebuah kaum pandai berbicara, namun tidak cakap (jelek) dalam berbuat. Mereka rajin membaca al-Qur’an namun (bacaan) tersebut tidak bisa melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke dalam hati mereka). … mereka berdakwah (mengajak) kepada Kitabullah, padahal mereka bukan termasuk darinya sama sekali. … .” (HR. Abu Dawud 4765)

3. Orang-orang yang Muda Belia

«يَأْتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الأَسْنَانِ، سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ، يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ البَرِيَّةِ، … »

“Akan muncul di akhir zaman, sebuah kaum yang muda belia dan dungu akalnya, namun berkata-kata dengan sebaik-baik ucapan manusia.” (HR. al-Bukhari 5057).

          Mereka adalah orang-orang yang relatif muda usianya, sedikit ilmu dan pengalamanya, namun berani lancang berbicara tentang masalah besar, serta mengkritisi para ulama besar.

          Yakni mereka berucap dengan kata-kata yang baik pada tampilannya, namun hakekatnya adalah kejelekan atau kebatilan. Seperti yang mereka propagandakan dan mereka promosikan sekarang, yaitu “Khilafah Islamiyyah“, kata-kata yang sangat bagus. Padahal hakekatnya adalah mereka membantai kaum muslimin.

4. Mereka adalah Anjing-anjing Neraka

«الْخَوَارِجُ كِلَابُ النَّارِ»

Khawarij adalah anjing-anjing neraka.” (HR. Ibnu Majah 173)

5. Mereka adalah Makhluk Terjelek

« هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ»

“Mereka adalah sejelek-jelek makhluk dan ciptaan.” (HR. Muslim 1067)

6. Keluar dari Agama

« سَيَكُونُ بَعْدِي مِنْ أُمَّتِي قَوْمٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ، لَا يُجَاوِزُ حَلَاقِيمَهُمْ، يَخْرُجُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَخْرُجُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، ثُمَّ لَا يَعُودُونَ فِيهِ…  »

“Akan ada sepeninggalku dari umatku, sekelompok kaum yang rajin membaca al-Qur`an namun bacaan tersebut tidak melewati tenggorokan mereka (yakni tidak masuk ke dalam hati mereka). Mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah menembus buruannya. Kemudian mereka tidak akan kembali lagi kepada agama tersebut…” (HR. Muslim 1067)

7. Membunuhi Kaum Muslimin

« يَقْتُلُونَ أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الأَوْثَان »

“Mereka membunuhi orang-orang Islam, namun membiarkan para penyembah berhala(yakni orang-orang musyrik).” (HR. al-Bukhari 3344)

          Demikianlah yang dilakukan oleh ISIS dan juga gerakan-gerakan radikal teroris khawarij lainnya. Bagi mereka darah kaum muslimin sangat murah dan tidak ada artinya. Pembunuhan sadis dan tak berprikemanusiaan itu mereka lakukan dengan mengatasnamakan jihad dan penegakan syari’at Islam, bahkan mengatasnamakan “Khilafah Islamiyyah“!! Karena tidak ada cara untuk memperbaiki umat yang telah rusak ini menurut mereka, kecuali dengan cara pembunuhan massal!!

          Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah sejak beberapa abad lalu telah mengatakan,

“Kalau mereka (Khawarij) telah memiliki kekuatan, niscaya akan merusak bumi semuanya, baik Iraq maupun Syam. Mereka tidak akan membiarkan seorang bayi laki, maupun bayi perempuan, pria dewasa maupun wanita dewasa (kecuali pasti mereka bunuh!!). Karena umat manusia menurut mereka telah rusak dengan tingkat kerusakan yang tidak bisa diperbaiki kecuali dengan pembunuhan massal!!” (al-Bidayah wa an-Nihayah 10/584-585)

Khawarij adalah Para Pemberontak

          Al-Imam al-Hasan bin ‘Ali al-Barbahari rahimahullah (w. 329 H) mengatakan, “Barangsiapa memberontak kepada pimpinan kaum muslimin, maka dia adalah Khawarij. Dia telah memecahkan tongkat persatuan kaum muslimin, menentang sunnah, dan mati dalam kondisi kematian jahiliyyah.” (Syarhus Sunnah no. 33)

          Sebelum pemberontakan tersebut, telah didahului dengan provokasi-provokasi kepada rakyat, dan vonis kafir kepada para pimpinan muslimin. Khawarij pertama, telah mengkafirkan dan memberontak kepada salah seorang khalifah terbaik umat ini, yaitu ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu bahkan berhasil membunuh beliau. Maka jangan heran dengan tindakan kaum KhawarijTeroris pada masa ini!!

Waspada dari ISIS

          Maka waspadalah, apabila ada seorang pemuda –atau bahkan putra dan putri Anda sendiri– yang :

- Senang mengikuti kegiatan-kegiatan Ikhwanul Muslimin. Apalagi senang membaca buku-buku Hasan al-Banna dan Sayyid Quthub.

- Senang melihat video-video “jihad” bersenjata, baik di Iraq, Syam, Palestina, atau pun yang lainnya.

          Waspadalah wahai para orang tua, wahai para pendidik, pimpinan masyarakat, dan para alim ulama. Bentengilah aqidah umat –terutama generasi muda– dari berbagai penyimpangan. Lindungi mereka dari radikalisme, di samping jauhkan pula mereka dari liberalisme. Ajarkan kepada mereka aqidah yang benar dan lurus, yaitu Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

          Jangan percaya dengan pernyataan orang-orang yang berpaham liberal dan orang-orang yang tidak mengerti bahwa setiap yang berjenggot, berbaju muslim yang baik, celana di atas mata kaki, atau berjilbab lebar, bercadar, serba hitam, maka itu ciri-ciri teroris. Maka ini adalah kesimpulan dini dari seorang yang kurang mendalami ajaran Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu alam bish shawab.

Kenali Mahram Anda !

Kenali Mahram Anda !

Oleh: Al-Ustadz Abu Bakar Abdurrahman hafizhohulloh

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ، وَلَا

يَدْخُلُ عَلَيْهَا رَجُلٌ إِلَّا وَمَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ . فَقَالَ الرَّجُلُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنِّي أُرِيْدُ أَنْ أَخْرُجَ فِيْ جَيْشِ كَذَا وَكَذَا، وَامْرَأَتِيْ تُرِيْدُ الْحَجَّ. فَقَالَ: اخْرُجْ مَعَهَا!

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, ‘Janganlah seorang wanita safar (bepergian) kecuali bersama mahramnya, dan janganlah seorang pria masuk ke ruang seorang wanita kecuali apabila wanita tersebut bersama mahramnya.’ Seorang pria bertanya, Wahai Rasulullah, saya ingin berangkatperang bersama suatu pasukan, sedangkan istri saya ingin berangkat haji. Rasulullah menjawab, ‘Berangkatlah kamu bersama istrimu!. (HR. al-Bukhari no. 1862)

Dalam pandangan Islam, wanita adalah perhiasan[1] yang sangat berharga dan perlu dijaga agar tidak sampai rusak dan pecah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam menyifatkan wanita seperti kaca[2] yang mudah pecah.

Pembaca yang dimuliakan Allah….

An-Nawawi rahimahullah, di dalam kitab Riyadhush Shalihin, telah membuat sebuah bab dengan judul “Bab Diharamkannya Seorang Wanita Safar (Bepergian) Sendirian”. Maksud sendirian adalah tanpa mahram.

Dari hadits di atas sudah jelas bahwa seorang wanita diharamkan bepergian tanpa mahram. Kemudian, al-Imam an-Nawawi mempertegas hal ini dengan menyebutkan hukumnya, yaitu haram.

Saya (penulis) sengaja menegaskan pernyataan ini guna mengingatkan saudara-saudara saya, kaum muslimin dan muslimat, di negeri tercinta ini, yang mayoritasnya mengklaim diri menganut mazhab Syafi’i. Al-Imam Nawawirahimahullah adalah ulama bermazhab Syafi’i. Telah kita sepakati keimaman al-Imam an-Nawawi rahimahullah dalam hal agama, ilmu, dan amalannya. Kitab Riyadhush Shalihin pun telah diterima oleh semua golongan dalam umat ini. Oleh karena itu, haramnya seorang wanita safar sendirian tanpa mahram tidak perlu diragukan lagi oleh seorang muslim yang menginginkan kebenaran.

Namun, sangat disayangkan, hukum yang sudah jelas ini ternyata dilanggar oleh banyak muslimah di berbagai belahan bumi tercinta ini.

Hikmah Diharamkannya Seorang Wanita Safar Tanpa Mahram

Telah dijelaskan oleh syariat bahwa wanita adalah makhluk yang lemah akal dan agamanya. Wanita adalah fitnah bagi kaum pria. Setiap pria akan tergoda oleh wanita, dan pada umumnya akan selalu berusaha mencari kesempatan untuk mendekati wanita, kecuali orang-orang yang imannya kuat dan dijaga oleh Allah dari godaan wanita.